Tokoh yang dilibatkan dengan peran penting dalam cerita ini pun hampir sebagian adalah perempuan.
Yakni, Sri Sumarah, Tun dan Genuk. Sri Sumarah memang digambarkan sebagai perempuan Jawa yang tangguh, namun bukan berarti Sri Sumarah adalah wanita sempurna.
Dia juga digambarkan mempunyai kelemahan, yakni ketika tergoda oleh salah seorang pasiennya yang masih muda, gagah, dan tampan.
Hal ini seperti yang terdapat di dalam cerita pada halaman 96,
"Sekarang anak muda itu merangkul, mendekap dan meletakkan tubuh Sri pada sampingnya dan memepetkannya erat-erat. Anak muda itu ingin kelom dengan Sri. Dan sekarang anak muda itu mencium bibir Sri. Untuk beberapa lama Sri terseret. Dia tidak melawan, bahkan membiarkan, bahkan merasakan suatu kenikmatan. Kemudian dirasanya hatinya bergetar kembali, makin keras, makin keras."
Hal ini menunjukkan bahwa, sekeras apa pun seorang wanita, dia tetaplah wanita yang bisa saja dengan mudah diluluhkan oleh seorang laki-laki.
Kemudian, ini berkaitan dengan familialisme, yakni “gejala inferioritas perempuan dibanding laik-laki.
Yaitu mengenai konsep perempuan ideal menurut pandangan umum.” (Sanusi, 2005).
Orang Indonesia khususnya, masih beranggapan bahwa seorang wanita yang baik, dia lah yang bisa mengurus suami, anak dan segala tetek bengek rumah tangganya.
Percuma dia mempunyai karir yang cemerlang bila keluarganya hancur berantakan.
Hal ini menimbulkan kerancuan, karena di satu sisi, ada sisi feminisme postmodern yang mencoba membebaskan perempuan dari segala ikatan yang membelenggu.
Namun, di sisi lain ada familialisme yang menunjukkan titik kembali seorang perempuan yang menunjukkan sisi inferioritasnya dibanding laki-laki.
Baca Juga: Mouly Surya Hadirkan Perang Kota: Adaptasi Epik dari Novel Jalan Tak Ada Ujung!
Bisa ditarik kesimpulan juga, bahwa Umar Kayam ingin menggambarkan sosok feminisme yang cocok dengan di Indonesia.
Perempuan bukan ingin disetarakan dengan lelaki dalam segala hal, namun perempuan ingin diakui keberadaannya dan eksistensinya di antara para lelaki.
Artikel Terkait
Contoh Analisis Puisi "Perkenankanlah Aku Mencintaimu" Karya Gus Mus
Puisi-Puisi Terkenal Karya Joko Pinurbo
Contoh Analisis Sekuen Cerpen: Lelaki dengan Bekas Luka di Jidatnya
Ini Dia 10 Novel Best Seller 2024 di Dunia yang Wajib Dibaca, Jangan Ketinggalan!
Dunia Wattpad Kembali Bergolak! Ini Dia Novel Wattpad Best Seller 2024 di Dunia!