Contoh Analisis Kritik Sastra: Makna Mendalam Novel Sri Sumarah dan Bawuk Karya Umar Kayam

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Kamis, 20 Februari 2025 | 21:55 WIB
Novel Sri Sumarah dan Bawuk, karya Umar Kayam yang bisa dijadikan objek kritik sastra. (x.com/warungsastra)
Novel Sri Sumarah dan Bawuk, karya Umar Kayam yang bisa dijadikan objek kritik sastra. (x.com/warungsastra)

Kehidupan Sri semakin bergejolak ketika anak semata wayangnya itu terpaksa menikah muda karena hamil di luar nikah dan bersuamikan seseorang dari golongan kiri.

Gejolak semakin terasa ketika Tun dan suaminya menjadi buronan polisi, sedangkan Sri harus hidup berdua dengan anak Tun yang bernama Ginuk.

Akhirnya, Suami Tun yang bernama Yos meninggal dan Tun mendekam di bui.

Sri harus menjalani hidupnya berdua dengan Ginuk, dengan profesi sebagai tukang pijit.

Alur campuran yang dipakai dalam novelet ini menjadikan pembaca bertanya-tanya bagaimana kisah Sri Sumarah menjadi tukang pijit.

Alur ini juga memudahkan pembaca mendapat gambaran utuh cerita.

Baca Juga: Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck: Cinta, Adat, dan Tragedi di Pusaran Hindia Belanda

Pengaruh Bahasa dan Budaya Jawa dalam 'Sri Sumarah'

Selain bahasa Indonesia, dalam novelet ini juga terdapat bahasa Jawa yang digunakan dalam percakapan antar tokohnya.

Bahasa Indonesia yang dipakai pun sama dengan struktur bahasa jawa, dan terdapat banyak sapaan dan istilah dalam bahasa jawa di dalamnya.

Hal ini tidak lepas dari latar tempat dan suasana yang dibangun oleh Umar Kayam dalam menggambarkan tokoh Sri Sumarah sebagai seorang perempuan Jawa yang tangguh.

Sebagai contoh adalah kalimat berikut ini,

“Saru, Nduk, anak perempuan Jawa kok nggak bisa pakai kain.” Si Tun setuju dengan peringatan ibunya.

Namun sayangnya, hal ini justru akan menyulitkan bagi pembaca di luar background Jawa yang tidak paham tentang bahasa Jawa dan istilah yang digunakan.

Hal ini yang menjadi satu kelemahan.

Baca Juga: Mouly Surya Hadirkan Perang Kota: Adaptasi Epik dari Novel Jalan Tak Ada Ujung!

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X