VoxYouths.Com - Nih, VoxYours! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lagi hits banget itu udah resmi jalan sejak 6 Januari 2025 lho.
Program keren ini dijalanin sama Badan Gizi Nasional (BGN) yang emang dibentuk khusus sama pemerintah buat ngurusin programnya.
Nah, yang bikin kaget nih. Pas acara HUT Partai Gerindra ke-17 di SICC Bogor, Sabtu (15/2/2025), Presiden Prabowo ngasih bocoran fakta yang menarik banget. Ternyata BGN ini dibentuk pas masih jamannya Presiden Jokowi!
Baca Juga: Arab Saudi Larang Anak-Anak Ikut Haji 2025: Ini Alasannya!
Prabowo gak pelit-pelit nih kasih pujian buat BGN yang menurutnya udah kerja super cepat dalam ngejalanin program MBG ini.
"Sebenarnya Badan Gizi Nasional bisa begini cepat di luar dugaan orang. Biasanya ada yang suka nyinyir, 'Mana bisa kasih makan?' 'Mana bisa uangnya nggak ada,'" kata Prabowo sambil cerita.
"Uangnya ada Bung, ada uangnya! Tapi tau gak siapa yang bentuk Badan Gizi Nasional? Siapa yang tanda tangan sebelum Oktober 20? Yang bentuk Pak Joko Widodo," jelas Prabowo dengan semangat.
Prabowo juga ngaku kalo tim dia udah mulai kerja bahkan sebelum pelantikan. "Beliau (Jokowi) yang bentuk, makanya kita udah bisa kerja sebelum Oktober dan pas Januari langsung gas!" tambahnya.
Yang bikin makin keren, Prabowo bilang sampai akhir Juli 2025 nanti, mereka ngejar target 6 juta penerima manfaat MBG. Sekarang aja udah ada 770 ribu orang yang udah nikmatin program ini lho!
Baca Juga: IKN Update: Tahap 2 Siap Dimulai, Gedung DPR-MPR Mulai Dibangun April 2025
"Saya diberi tahu, dalam beberapa hari ini udah nyampe 770 ribu anak dan akhir Februari bakal nyampe 1 juta lebih," kata Prabowo optimis.
Soal kritikan? Prabowo santai aja. “Tidak ada Presiden Republik Indonesia yang punya tongkat Nabi Musa, negara kita sangat besar,” imbuhnya.
“Sudah kita mulai gelar sekian ratus sekian, masih ada yang komentar ‘Iya, tapi belum banyak,’” pungkasnya.
Program MBG ini punya target yang bertahap nih. Periode pertama (Januari-April 2025) targetnya 3 juta orang, terus periode kedua (April-Agustus 2025) ngejar 6 juta orang.