VoxYouths.Com - VoxYours, kabar panas nih dari NTT! Gunung Lewotobi Laki-Laki yang ada di Flores Timur baru aja meletus lagi hari ini, Kamis (7/11/2024). Ini bukan letusan biasa lho!
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dari Kementerian ESDM ngasih tau kalau abu vulkaniknya nyembur sampai 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 mdpl. Gila nggak tuh?
Yang bikin tambah serem, erupsinya ini kerekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 2 menit 33 detik.
Belum lagi, ada awan panas yang meluncur ke arah Barat Laut sejauh 1 kilometer dari pusat erupsi. Ngeri kan?
Nah, buat yang tinggal di sekitar gunung, PVMBG udah kasih beberapa himbauan penting nih:
- Jangan dulu beraktivitas dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi ya!
- Keep calm dan ikutin aja arahan evakuasi dari Pemda
- Jangan gampang percaya sama isu-isu yang nggak jelas sumbernya
- Hati-hati sama potensi banjir lahar, apalagi kalau lagi hujan deres
- Wajib banget pakai masker buat yang kena hujan abu vulkanik
- Pemda bakal terus koordinasi sama Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera
Oh iya, sebelum erupsi ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki udah bikin geger duluan pas meletus tanggal 3-4 November 2024. Ribuan orang terpaksa ngungsi dan yang bikin sedih, 9 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Dampak Ekonomi Tanaman Kratom bagi Masyarakat Kalimantan: Berkah atau Bencana?
Fun fact nih soal Gunung Lewotobi!
Gunung ini ternyata punya "sodara kembar" lho! Ada dua puncak yang jaraknya nggak sampai 2 kilometer: Lewotobi Laki-Laki dan Lewotobi Perempuan.
Menurut data dari Kementerian ESDM, dari tahun 1861 sampai 2003, gunung ini udah meletus 17 kali!
Yang unik, sebelum meletus gede, biasanya dia "pemanasan" dulu dengan letusan-letusan kecil selama beberapa bulan.
Dari dua gunung ini, si Laki-Laki emang lebih aktif dan sering meletus dibanding si Perempuan.
Catatan sejarah si Perempuan:
- Meletus tahun 1921 dan 1935
- Mulai aktif lagi tahun 2011 dan 2023
Sedangkan si Laki-Laki:
- Udah meletus dari tahun 1861, 1865, 1868, 1869, dan 1907
- Tahun 2002 nyemburin abu vulkanik
- Awal 2024 statusnya naik jadi level IV (Awas)
Nah, yang bikin tambah menarik, gunung kembar ini punya cerita tersendiri bagi masyarakat Lamaholot di Pulau Flores.