Pertama, nggak boleh ngefasilitasi penyebaran atau ngekomersialin konten berita yang nggak sesuai sama undang-undang pers, setelah nerima laporan lewat sarana pelaporan yang disediain sama perusahaan platform digital.
Kedua, harus kasih upaya terbaik buat bantu prioritasin fasilitasi dan komersialisasi berita yang dibikin sama perusahaan pers.
Ketiga, harus adil ke semua perusahaan pers dalam nawarin layanan platform digital.
Baca Juga: Menjawab Kekhawatiran Dewan Pers : Jaringan Pemred Promedia Audensi Terkait Publisher Right
Keempat, harus ngadain pelatihan dan program buat ngedukung jurnalisme yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Kelima, harus kasih upaya terbaik dalam ngedesain algoritma distribusi berita yang ngedukung terwujudnya jurnalisme berkualitas, sesuai sama nilai demokrasi, kebhinekaan, dan peraturan yang ada.
Terakhir, harus kerja sama sama perusahaan pers.
"Ada enam kewajiban nih. Komite kita fokus ke kerja sama platform dan perusahaan pers serta program jurnalisme berkualitas. Yuk, bareng-bareng kita bangun jurnalisme yang berkualitas," ajak Damar Juniarto.
Tapi, Damar juga ngaku kalo Perpres Publisher Rights punya keterbatasan, terutama soal bagi hasil antara perusahaan pers sama perusahaan platform digital.
"Perpres Publisher Rights juga punya batasan. Yang bisa kerja sama itu cuma perusahaan yang udah terverifikasi, salah satunya soal bagi hasil," katanya.
Selain itu, Damar bilang mereka nggak punya wewenang buat ngasih sanksi kalo ada sengketa. Tapi, mereka bisa kasih rekomendasi ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
Baca Juga: Siswa Blitar Diusir Ibu Tiri: Drama Keluarga yang Bikin Netizen Geger!
"Kita nggak bisa ngelarang, cuma bisa dorong kerja sama antar perusahaan pers. Tapi kita bisa kasih rekomendasi berdasarkan hasil pengamatan kita," ujarnya.
Dari situ, Pakar Ahli Kementerian RI Komite Publisher Rights ini ngajak media-media yang gabung di JPP buat bareng-bareng semangat gotong royong.
Tujuannya supaya bisa bikin jurnalisme berkualitas dan jadi media arus utama (terverifikasi) di Indonesia.