news

Tegaskan Politik Bebas Aktif, Presiden Prabowo: Indonesia Dipercaya Jadi Penengah Konflik Global

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 23:20 WIB
Tegaskan Politik Bebas Aktif, Presiden Prabowo: Indonesia Dipercaya Jadi Penengah Konflik Global

VoxYouths.com - JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok menjadi alasan utama posisi Indonesia diakui serta dipercaya oleh dunia internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

"Kita bersyukur memiliki warisan dari pendiri-pendiri bangsa, yaitu politik luar negeri nonblok (non-aligned). Kita tidak ingin bergabung dengan blok atau pakta militer apa pun," ujar Prabowo.

Diminta Presiden Korea Selatan Buka Dialog dengan Korea Utara

Prabowo menilai posisi netral membuat negara lain meyakini Indonesia tidak memiliki agenda terselubung atau kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun.

Sebagai wujud nyata kepercayaan internasional, Prabowo menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke Seoul. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara khusus meminta bantuan Indonesia untuk membuka jalur komunikasi dengan Korea Utara.

"Presiden Korea Selatan meminta kepada saya, 'Bisa enggak berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?' Saya jawab, 'Dengan hormat, kalau Yang Mulia minta, saya akan berangkat,'" ungkap Prabowo.

Komitmen Menjadi Tetangga yang Baik

Prabowo menegaskan bahwa dinamika tersebut sejalan dengan visi diplomasi yang ia usung sejak awal kepemimpinannya, yakni membangun hubungan bilateral yang harmonis melalui pendekatan dialog dan rekonsiliasi.

"Saya sudah kumandangkan dari awal dilantik, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah ingin menjadi tetangga yang baik (good neighbor policy). Saya berusaha memperbaiki hubungan dengan semua tetangga dan memberi pendekatan rekonsiliasi," pungkasnya.***

Tags

Terkini