news

Waduh! FDA Amerika Peringatkan Udang Beku Indonesia di Walmart Terkontaminasi Radioaktif

Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:04 WIB
Ilustrasi produk udang beku yang dipasarkan di AS. (freepik.com/author/valeria-aksakova)

VOXYOUTHS.COM - Hai, Voxyours! Industri perikanan Indonesia mendapat pukulan serius dari Amerika Serikat.

US Food and Drug Administration (FDA) baru saja mengeluarkan peringatan serius terkait barang-barang yang dijual di jaringan ritel Walmart, salah satunya adalah produk udang beku asal Indonesia.

FDA bahkan meminta agar masyrakat tidak membeli produk udang beku tertentu yang dijual di jaringan ritel Walmart.

Peringatan ini bukan main-main.

Pasalnya, ada dugaan kuat bahwa produk udang beku tersebut terkontaminasi zat radioaktif yang berbahaya, yaitu Cesium-137 (Cs-137).

Baca Juga: Diet Tinggi Protein Lagi Hits, Tapi Apakah Protein Berlebihan Bahaya? Simak Hasil Penelitiannya!

Kontaminasi Zat Radioaktif pada Udang Beku Indonesia

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa, 19 Agustus 2025, FDA mengungkapkan temuan yang cukup mengkhawatirkan.

Mereka menemukan adanya Cs-137 pada kontainer pengiriman dan juga pada produk udang beku yang diproses oleh perusahaan Indonesia.

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Bahari Makmur Sejati Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama BMS Food.

Produk udang beku mentah dari perusahaan ini ternyata sudah beredar luas di 13 negara bagian Amerika Serikat melalui jaringan Walmart.

Produk udang beku yang bermasalah ini telah dipasarkan di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Total ada 13 negara bagian yang terkena dampak peredaran produk ini, seperti Alabama,
Arkansas, Florida, Georgia, Kentucky, Louisiana, Missouri, Mississippi, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Texas, dan Virginia Barat.

FDA tidak main-main dengan peringatan ini. Mereka memberikan instruksi yang sangat jelas kepada konsumen yang mungkin sudah membeli produk tersebut.

"Jika Anda baru saja membeli udang beku mentah dari Walmart yang sesuai dengan deskripsi ini, buanglah. Jangan makan atau sajikan produk ini," tulis FDA dalam pernyataannya yang dikutip dari Time Magazine, pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Halaman:

Tags

Terkini