Mengatasi Kejenuhan Pemilih dalam Sistem Pemilu Serentak
Wakil Ketua MK Saldi Isra juga menyoroti masalah serius yang dialami pemilih selama musim pemilu.
Sistem pemilu serentak ini dinilai bikin pemilih jenuh dan nggak fokus saat nyoblos.
Saldi Isra bilang kalau pemilih jenuh karena harus mencoblos dan menentukan pilihan di antara banyak calon.
Pasalnya, dalam pemilu serentak, pemilih harus memilih anggota DPR, DPD, presiden/wakil presiden, dan anggota DPRD yang menggunakan model 5 kotak suara.
"Fokus pemilih terpecah pada pilihan calon yang terlampau banyak dan pada saat yang bersamaan waktu yang tersedia untuk mencoblos menjadi sangat terbatas," ujar Saldi Isra, dikutip dari laman resmi MK pada Sabtu, 28 Juni 2025.
"Kondisi ini, disadari atau tidak, bermuara pada menurunnya kualitas pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam pemilihan umum," tandasnya.
Dengan pemisahan pemilu nasional dan daerah, pemilih bisa lebih fokus dan memahami setiap calon yang dipilih.
Hal ini juga dinilai bisa meningkatkan kualitas demokrasi kita secara keseluruhan.
Keputusan pemisahan pemilu yang disampaikan oleh MK ini akan dimulai pada tahun 2029.
Ada waktu yang cukup buat pemerintah dan lembaga terkait mempersiapkan segala sesuatunya.
Pemilu 2024 kemarin masih menggunakan sistem serentak, jadi pemilu 2029 nanti bakal jadi babak baru Indonesia menerapkan pemisahan pemilu nasional dan daerah.***
Baca Juga: Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2025: 153 Kloter Berhasil Mendarat