Danna jelasin kalau waktu tanda tangan kontrak, mitra dapur memang harus beli ompreng. Sudah ada pembayaran Rp200 juta, dan sisanya harusnya dibayar pas program jalan.
Tapi apa yang terjadi? Pas program udah jalan dan dapur aktif masak, eh malah nggak ada uang jatah MBG yang turun.
Kasus ini jadi bukti kalau program yang bagus pun bisa jadi rumit kalau urusan pembayarannya nggak beres. Kita tunggu aja kelanjutan dramanya, semoga ada solusi yang adil buat semua pihak.***