Danna jelasin kalau waktu tanda tangan kontrak, mitra dapur memang harus beli ompreng. Sudah ada pembayaran Rp200 juta, dan sisanya harusnya dibayar pas program jalan.
Tapi apa yang terjadi? Pas program udah jalan dan dapur aktif masak, eh malah nggak ada uang jatah MBG yang turun.
Kasus ini jadi bukti kalau program yang bagus pun bisa jadi rumit kalau urusan pembayarannya nggak beres. Kita tunggu aja kelanjutan dramanya, semoga ada solusi yang adil buat semua pihak.***
Artikel Terkait
Update Kasus Bos Rental: 5 Alasan Pengadilan Bebaskan Pelaku dari Ganti Rugi
Akhir Polemik Mudik 2025: Bupati Indramayu dan Wali Kota Depok Akui Kesalahan
Viral Video 'Cekik' Pramugari, Anggota DPRD Sumut Megawati Zebua Ungkap Kebenaran di Balik Keributan dengan Pramugari Wings Air
Modus Nilai Pelajaran, Guru PJOK di Lumajang Lakukan Aksi Bejat via Video Call Terhadap Salah Satu Muridnya!
Sisi Kelam Taman Safari: Para Eks Artis Sirkus Ungkap Praktik Kekerasan Ekstrem, Laporkan Sosok Pendiri Taman Safari Indonesia