VoxYouths.Com - VoxYours, ada kabar penting nih dari Menteri HAM kita, Natalius Pigai! Beliau baru aja ngajuin usulan ke kepolisian buat menghapus yang namanya SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
Nah, surat dari Pak Menteri HAM ini udah sampai ke meja Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mabes Polri pada Jumat, 21 Maret 2025 kemarin.
"Alhamdulillah, Pak Menteri udah tanda tangan surat usulan ke Kapolri untuk cabut SKCK. Ini semua berdasarkan kajian yang udah kita lakuin, baik secara akademis maupun praktis di lapangan," jelas Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM, Nicholay Aprilindo.
Baca Juga: Nahas! 3 Polisi Tewas Ditembak Saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung, Diduga Milik Oknum TNI
Kenapa sih SKCK mau dihapus? Menurut Kementerian HAM, SKCK yang jadi syarat wajib buat lamar kerja ini ternyata bikin hak asasi orang jadi terhambat.
Yang paling kena dampaknya? Yup, mantan napi yang pengen mulai hidup baru setelah keluar dari penjara.
Cerita di Balik Usulan Penghapusan SKCK
Nicholay cerita nih, usulan ini muncul setelah tim Kementerian HAM survey ke berbagai lapas dan rutan di Indonesia. Tau nggak apa yang mereka temuin? Fakta yang bikin miris!
Banyak mantan napi yang akhirnya milih balik lagi ke lapas karena susah banget dapet kerja di luar.
"Para mantan napi ini ngeluh banget. Mereka bilang dengan adanya SKCK ini, masa depan mereka udah ketutup," ungkap Nicholay.
"Bahkan lebih parahnya, mereka ngerasa kayak dihukum seumur hidup. Soalnya susah banget buat hidup normal dan layak gara-gara masih kena stigma sebagai mantan napi," tambahnya.
Menurut Nicholay, harusnya setelah bebas, para mantan napi ini bisa mulai lembaran baru. "Mereka kan udah berkelakuan baik pas udah selesai jalani hukuman," tegasnya.
Dengan alasan ini, Nicholay menegaskan kalau SKCK tuh sebenernya nggak ada manfaatnya buat beberapa kelompok masyarakat.
Terus gimana respon dari pihak Polri? Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko angkat bicara nih di Bareskrim Polri, Senin 24 Maret 2025.