Mantan Bos Bandara Korsel Ditemukan Tewas, Ada Apa di Balik Tragedi Jeju Air?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Kamis, 23 Januari 2025 | 18:07 WIB
Ilustrasi landasan pacu bandara untuk pendaratan pesawat terbang.  ((Unsplash.com/Rocker Sta))
Ilustrasi landasan pacu bandara untuk pendaratan pesawat terbang. ((Unsplash.com/Rocker Sta))

VoxYouths.Com - VoxYours, ada kabar mengejutkan nih dari Korea Selatan! Son Chang-wan, mantan boss Korporasi Bandara Korsel, ditemukan meninggal di rumahnya pada Rabu, 22 Januari 2025.

Yang bikin kasus ini menarik, Son ini ternyata orang penting di balik proyek localizer (pembatas beton) di Bandara Muan, tempat kejadian tragedi Jeju Air yang mengerikan itu.

Nah, menurut Yonhap, polisi Korsel lagi sibuk nyelidikin penyebab kematian Son nih. Mereka nemuin Son udah nggak bernyawa di rumahnya di Gunpo, Provinsi Gyeonggo, pada Selasa malem waktu Korea.

Baca Juga: Heboh! Elon Musk Tunjukkan Hormat Nazi di Pelantikan Trump, Ada Apa?

Son ini bukan orang sembarangan lho! Dia pernah jadi Presiden Korporasi Bandara Korsel dari 2018 sampai 2022.

Dia juga yang ngelopori proyek upgrade fasilitas bandara, termasuk renovasi localizer yang sekarang jadi kontroversi gara-gara tragedi Jeju Air.

Sampai sekarang, polisi bilang nggak ada tanda-tanda ada orang yang nyusup atau kejahatan. Tapi yang bikin penasaran, belum jelas juga nih Son ninggalin pesan terakhir apa nggak di TKP.

Kenapa sih proyek pembatas beton di Bandara Muan jadi heboh banget? Jadi gini ceritanya...

Tragedi Jeju Air yang terjadi akhir Desember 2024 itu bikin gempar Korea Selatan. Bayangin aja, 179 orang meninggal gara-gara pesawat Boeing 737-800 meledak dan kebakaran setelah mendarat darurat tanpa roda dan nabrak pembatas beton!

Baca Juga: Kronologi Lengkap Konflik di Kemendiktisaintek: Neni Herlina dan Menteri Satryo Berdamai Setelah Kisruh Pemecatan

Yang bikin tambah heboh, pembatas beton yang ada di ujung landasan itu dituduh bikin kecelakaan makin parah.

FYI nih, pembatas betonnya mulai dibangun pas Son masih jadi bagian dari tim sistem localizer, tepatnya Mei 2020.

Tapi yang menarik, menurut The Korean Herald, polisi di Provinsi Jeolla Selatan bilang Son nggak masuk daftar orang yang diselidiki, bahkan nggak pernah diinterogasi sebagai saksi!

Dampak dari tragedi ini, Bandara Muan terpaksa ditutup lebih lama nih. Awalnya cuma sampai 19 Januari 2025, sekarang diperpanjang sampai 18 April 2025.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X