Dia juga ngasih klarifikasi kalo nama "Burning Sun" biar jadi pengingat buat perempuan kalau kejadian itu bisa terjadi kapanpun dimanapun, makanya kita harus tetep hati-hati. Terus terang, alasan ini rada ngeles dan susah diterima netizen.
Yah, walaupun cuma strategi marketing dan nggak ada afiliasi sama klub malam di Korea, tapi netizen sepakat ini seharusnya emang nggak dilakuin. Akibat kontroversi ini, rencana party Burning Sun Surabaya resmi dibatalin.
Belajar dari Kontroversi: Pentingnya Etika Bisnis
Kasus CEO TSV Management ngajarin kita tentang pentingnya etika bisnis, terutama buat perusahaan event organizer.
Kontroversi ini nunjukin gimana pemilihan nama acara yang ngingetin kita sama skandal eksploitasi bisa ngerusak citra perusahaan.
Sebagai anak muda yang aktif di era digital gini, kita juga kudu jeli ngelihat event yang kita datengin.
Jangan sampe kejebak FOMO (Fear Of Missing Out) sampe lupa ngelihat rekam jejak penyelenggaranya.
Inget, dukung event yang ngangkat nilai-nilai positif dan punya standar moral yang jelas.
So Voxyours, kontroversi CEO TSV Management dan rencana party Burning Sun Surabaya ini ngasih kita pelajaran penting.
Penting buat penyelenggara event buat milih nama yang tepat dan bertanggung jawab. Penting juga buat kita teliti ngelihat rekam jejak event organizer sebelum dating ke sebuah acara. Yuk, jadi generasi yang cerdas dan kritis!
Artikel Terkait
Skandal Seungri BIGBANG dan Goo Hara Diungkap Kembali Oleh Film Dokumenter Burning Sun
Momen Lamaran Epic Liu Yuchen ke Huang Yaqiong Usai Raih Medali Emas, Cinta Bersemi di Lapangan Bulutangkis
Profil dan Biodata Julia Ester Treviska Kairupan: Mahasiswi Unsrat yang Jadi Viral Diduga Terlibat Perselingkuhan
Sosok Abel Insani Reporter Viral Insiden Lupa Mute Microphone Saat Laporan Langsung
Profil Destry Damayanti: Dari Peneliti hingga Deputi Gubernur BI