Prestasi Gemilang Pariwisata Indonesia di Kancah Global : Kemenparekraf Siapkan Strategi Khusus untuk Tren Wisata Masa Depan

Photo Author
Mira Aryanti, Vox Youths
- Senin, 15 Juli 2024 | 14:52 WIB
Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber di JPP Talk yang digelar oleh Jaringan Pemred Promedia (JPP), Jumat 12 Juli 2024 (JPP Talk)
Ni Made Ayu Marthini menjadi narasumber di JPP Talk yang digelar oleh Jaringan Pemred Promedia (JPP), Jumat 12 Juli 2024 (JPP Talk)

VoxYouths.com - Sektor Pariwisata di Indonesia merupakan sektor yang di prioritaskan.

Terlihat dalam kebijakan nasional, salah satunya menetapkan lima destinasi super prioritas.

Hal tersebut membuat Indonesia 10 Peringkat lebih unggul dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Ni Made Ayu Marthini, Direktur Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyebut keberhasilan ini sebagai anugerah dan prestasi luar biasa bagi Indonesia

World Economic Forum pada 21 Mei 2024 menyatakan bahwa Indonesia mampu menduduki peringkat ke-22 dunia dari 119 negara.

Menurut Marthini "Kategori yang membuat peringkat pariwisata Indonesia meningkat menurut Travel & Tourism Development Index salah satunya adalah pemerintah meletakkan prioritas terhadap sektor pariwisata," ujarnya saat menjadi narasumber di JPP Talk yang digelar oleh Jaringan Pemred Promedia (JPP), Jumat 12 Juli 2024.

Baca Juga: Profil Brigjen Pol Singgamata: Biodata, Karir dan Pendidikan, Dari Polisi Lalu Lintas ke Analis Kebijakan Utama Polri

Ia menekankan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas nasional.


Beberapa faktor kunci yang mendorong peningkatan peringkat Indonesia meliputi:

  1. Prioritas Pemerintah: Indonesia dinilai sebagai negara yang menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas, terlihat dari penetapan lima destinasi wisata super prioritas.
  2. Penguatan Infrastruktur: Pemerintah terus meningkatkan infrastruktur pendukung pariwisata untuk memudahkan akomodasi, transportasi, dan aksesibilitas ke tempat wisata.
  3. Kekayaan Alam dan Budaya: Indonesia mendapat nilai tinggi untuk keragaman budaya dan kekayaan alamnya.

Marthini menyoroti perubahan tren pariwisata global, di mana wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi baru, tetapi juga pengalaman unik.

Desa wisata, misalnya, menjadi produk yang sangat menarik karena menawarkan keunikan yang tidak ditemui di tempat lain.

Baca Juga: Cerita di Balik Pintu Rumah Ustadz Yazid Jawas: Kontrakan Sederhana yang Melahirkan Ulama Besar

Lebih lanjut, ia menekankan munculnya konsep "regenerative tourism", di mana wisatawan ingin berkontribusi positif terhadap tempat yang mereka kunjungi.

Pemerintah mendorong wisatawan untuk berwisata secara bijak, mendukung ekonomi lokal, dan memilih industri pariwisata ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: Mira Aryanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X