Momen Wisatawan Saling Berpegangan di Pulau Padar saat Terjadi Gempa Bumi: Jangan Panik Guys!

Photo Author
Abbad Falah, Vox Youths
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Video tersebut menunjukkan sejumlah warga yang banyak didominasi oleh perempuan dan anak-anak, berjalan naik ke gunung.

Hal tersebut dilakukan karena BMKG sempat merilis potensi terjadinya Tsunami pascagempa.

Peringatan Tsunami Dicabut BMKG

BMKG mencatat pergerakan sesar naik yang menyebabkan guncangan kuat dan potensi Tsunami.

BMKG mengidentifikasi bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama dalam keterangannya pada Sabtu, 16 Agustus 2026.

Akibat dari gempa ini, menurut Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pemutakhiran data terakhir, ada 33 orang yang meninggal dunia dan 23 orang yang mengalami luka-luka.

“Saat ini data yang kami miliki, ada korban meninggal 33 orang: di Sikka 3 orang, Ende 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang,” terang Melki kepada awak media saat berada di Maumere pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Selain korban yang sudah terdata, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan, sehingga berpotensi menambah jumlah korban.
***

Halaman:

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X