Kala itu, Operasional koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota.
"Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," ujarnya.
Salim lantas menjelaskan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat itu masih dalam proses.
Sementara pembangunan gerai Koperasi Merah Putih saat ini dilaksanakan oleh Agrinas.
"Yang dari Himbara itu sekarang masih dalam proses. Pembangunan gerainya juga sedang dilaksanakan oleh Agrinas," beber Salim.
Modal Seret Jadi Kendalanya?
Salim menilai, kondisi modal yang terbatas membuat koperasi kesulitan menjalankan usaha.
Selain itu, kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi juga menjadi salah satu tantangan untuk mempertahankan Gerai Kopdes Pulau Buluh.
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri," jelas Salim.
"Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan," imbuhnya.
Gimana Kabar Kopdes Lainnya di Batam?
Terkait perkembangan program Koperasi Merah Putih di Batam, Salim mengatakan seluruh 64 kelurahan telah memiliki koperasi yang terbentuk.
"Jumlahnya 64 koperasi, sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Batam," sebutnya.
Kendati demikian, pembangunan hingga operasional gerai Kopdes tersebut belum seluruhnya rampung karena masih terkendala ketersediaan lahan.
"Dari yang sudah memiliki lahan, sekitar 45 lokasi," terang Salim.
Artikel Terkait
Sufmi Dasco Jembatani Dialog Karyawan dengan Perusahaan Telkom Group, Pastikan Streamlining Tak Berujung PHK