Gak cuma itu, Dedi juga cerita pengalaman pahitnya waktu masih mimpin Purwakarta. Dia sempet berurusan sama kelompok-kelompok yang gak suka sama cara dia memimpin, terutama soal budaya.
"Dulu tuh ributnya gara-gara saya pake iket gini. Ada yang protes waktu saya bilang sampurasun. Katanya musyrik lah, kafir lah, sampe didemo segala. Waktu itu saya belom jago main medsos sih," cerita Dedi sambil ketawa.
Pertemuan dua pemimpin daerah ini nunjukin kalau sharing pengalaman dan ilmu itu penting banget buat kemajuan daerah masing-masing. Apalagi dalam suasana yang santai dan akrab kayak gini!***
Artikel Terkait
Jangan Dikte, Tapi Dengarkan: Resep Agustina WP Calon Walikota Semarang Atasi Masalah Mental Health
Niatnya Cuma Nganter, Eh Malah Jadi Calon Gubernur: Kisah Andra Soni dan Gerindra
Catat! 4 Program Kece dari Gubernur Jakarta Terpilih Pramono-Rano, Ada yang Gratis!
Gubernur Pramono Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Banjir Jakarta: 90% Air Kiriman dari Hulu
Ironi Hijab Impor dari China, Gubernur BI: UMKM Pesantren Harusnya Bisa Jadi Sentra Produksi