Yassierli bilang sih tetep bisa dapet BHR dari dua-duanya, tapi tergantung seaktif apa mereka di masing-masing platform.
"Kita bikin SE ini dengan semangat kekeluargaan. Makanya kita udah komunikasi berkali-kali sama semua pihak," tambah Yassierli.
Yang keren nih, Kemnaker juga nyediain posko pengaduan buat driver dan kurir online. Jadi kalau ada aplikator yang nggak ngasih BHR sesuai aturan, bisa langsung lapor.
Meski ini udah jadi langkah maju buat pekerja digital, masih banyak PR yang harus diselesaiin biar implementasinya berjalan mulus dan nggak ada yang dirugikan.***
Artikel Terkait
Nasib 10 Ribu Karyawan Sritex: Pemerintah Jamin Pesangon dan Kerja Baru Tanpa Batas Umur
Keren! Halte TransJakarta Ini Resmi Pakai Nama D'Masiv, Ada Cerita Nostalgia di Baliknya
Viral! Bocoran Gaji Fantastis Staf Eks Lion Air di Garuda Indonesia: Dari Rp25 Juta Sampai Rp117 Juta!
Heboh Emas Antam Palsu? Ini Fakta Mencengangkan di Balik Skandal 109 Ton Emas!
Jaksa Agung Serius Bongkar Skandal Pertamina: BPK Turun Tangan Hitung Kerugian Negara