Ini tuh jadi momen game changer banget dalam sejarah pergerakan nasional kita!
Baca Juga: Sempat Menghilang, Ujian Nasional 2026 Bakal Comeback dengan Konsep Baru dari Mendikdasmen
Lahirnya Para Pejuang Masa Depan
Boedi Utomo muncul karena para pendirinya udah nggak tahan lihat penderitaan rakyat dan pengen banget bikin bangsa ini pinter lewat pendidikan.
Idenya menginspirasi banyak organisasi lain kayak Sarekat Islam, Indische Partij, Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyah, dan Taman Siswa buat ikutan bergerak memajukan bangsa.
Fast forward ke tahun 1948, di tengah Indonesia lagi krisis, Bung Karno dengan kerennya menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, pas di ultah ke-40 Boedi Utomo.
Tujuannya simple: biar semangat persatuan dan nasionalisme tetep membara waktu kita masih berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Logo Hari Kebangkitan Nasional 2024: Makna, Arti, dan Link Downloadnya
Akhirnya, tanggal 16 Desember 1959, Harkitnas resmi ditetapkan lewat Kepres Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Sejak saat itu, tiap tanggal 20 Mei, kita selalu merayakan Harkitnas sebagai pengingat perjuangan heroik para pendahulu kita.***