Menelusuri Jejak Faisal Basri: Pendidikan dan Perjalanan Karier, dari Akademik hingga Politik

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Jumat, 6 September 2024 | 08:24 WIB
Sosok Faisal Basri, ekonom senior Indonesia. (YouTube.com/INDEF)
Sosok Faisal Basri, ekonom senior Indonesia. (YouTube.com/INDEF)

Baca Juga: Faisal Basri Sakit Apa? Ternyata Ini Penyakit yang Merengut Sang Ekonom Kritis Hingga Berpulang

Perjalanan Karier Faisal Basri: dari Dunia Pendidikan hingga Kontribusi Politik dan Sosial

Kembali ke tanah air, Faisal Basri memulai karier akademisnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Di sini, beliau tidak hanya mengajar Ekonomi Politik, Ekonomi Pembangunan, dan Ekonomi Internasional, tetapi juga menjadi pengajar di Program Magister Akuntansi (Maksi) dan Program Magister Manajemen (MM).

Faisal juga aktif dalam Program Pascasarjana UI serta Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP).

Tidak hanya dikenal sebagai akademisi, Faisal Basri juga memiliki kiprah yang signifikan dalam dunia politik.

Pada tahun 1998, beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PAN yang pertama setelah partai tersebut dideklarasikan oleh Amien Rais.

Peran ini merupakan langkah penting dalam masa transisi politik Indonesia pasca-reformasi.

Pada tahun 2001, Faisal memilih untuk mundur dari PAN dan kembali fokus sebagai ekonom.

Meskipun demikian, kiprahnya dalam politik tidak berhenti di situ.

Pada 2012, Faisal Basri mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam Pilkada tersebut, Faisal menggandeng Biem Benyamin, putra tokoh legendaris Betawi, Benyamin Sueb.

Meskipun ia tidak memenangkan kursi gubernur, pencalonannya menunjukkan dedikasinya dalam berjuang untuk perubahan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta.

Faisal Basri: Sosok yang Berani dan Kritikal

Sepanjang hidupnya, Faisal Basri dikenal sebagai sosok yang kritis dan berani dalam menyuarakan pendapatnya mengenai berbagai isu ekonomi dan politik di Indonesia.

Keberanian dan keterusterangannya dalam menghadapi berbagai kebijakan pemerintah sering kali mendapatkan perhatian publik.

Ia tidak takut untuk mengkritisi kebijakan yang dianggap tidak adil atau kurang efektif.

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: lpem.org, Bung Hatta Award

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X