VoxYouths.Com - Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kabar perselingkuhan suami Fenny Frans, dengan asisten rumah tangga mereka.
Kabar perselingkuhan suami Fenny Frans mencuat karena Fenny adalah seorang pengusaha skincare sukses di Makassar.
Sebagai seorang wanita pengusaha yang merintis bisnisnya saat jadi ibu rumah tangga, perselingkuhan suami Fenny Frans tentu mengagetkan banyak wanita Indonesia.
Peristiwa ini kembali memicu perdebatan tentang "penyakit selingkuh". Benarkah selingkuh bisa dikategorikan sebagai penyakit?
Kasus ini tentu saja menjadi sorotan publik, dan banyak yang bertanya-tanya: apakah perilaku selingkuh bisa dikategorikan sebagai penyakit mental?
Apakah berselingkuh itu penyakit?
Pernahkah Voxyours mendengar istilah "penyakit selingkuh"? Atau bertanya-tanya, apakah selingkuh bisa dikategorikan sebagai penyakit mental? Pertanyaan ini memang menarik dan seringkali memicu perdebatan.
Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang hubungan antara selingkuh dan penyakit mental.
Perselingkuhan: Bukan Penyakit Mental yang Resmi
Menurut para ahli, selingkuh tidak diakui sebagai gangguan mental secara resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang merupakan buku panduan resmi untuk diagnosis gangguan mental.
Meskipun begitu, selingkuh bisa menjadi tanda atau gejala dari beberapa kondisi kesehatan mental, seperti:
- Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder - BPD): Penderita BPD sering kali memiliki masalah dalam mengatur emosi dan impulsivitas, sehingga mereka lebih rentan untuk melakukan perilaku berisiko seperti selingkuh.
- Kecanduan Seks: Orang dengan kecanduan seks memiliki dorongan seksual yang sangat kuat dan tidak terkontrol, yang dapat mendorong mereka untuk melakukan perselingkuhan.
- Depresi: Depresi dapat menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan hubungannya dan mencari kebahagiaan di tempat lain, termasuk melalui perselingkuhan.
- Gangguan Kecemasan: Gangguan kecemasan dapat membuat seseorang merasa tidak aman dan insecure dalam hubungannya, sehingga mereka mencari validasi dari orang lain melalui perselingkuhan.
Membedakan Selingkuh dan Gangguan Mental
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang selingkuh memiliki gangguan mental. Ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang selingkuh, seperti:
- Kurangnya komunikasi dan keintiman dalam hubungan
- Masalah kepercayaan
- Riwayat perselingkuhan dalam keluarga
- Pengaruh dari lingkungan
Bagaimana Jika Kamu Merasa Kecanduan Selingkuh?
Jika Voxyours merasa memiliki kecenderungan untuk selingkuh secara berulang, penting untuk mencari bantuan profesional.
Seorang psikolog atau terapis dapat membantu kamu memahami akar masalah dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya.
Artikel Terkait
Takut Tes Kesehatan Mental? Ini 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Mencobanya
Rahasia Me Time Murah dan Luar Biasa ala Nikita Willy: Manjakan Diri Tanpa Menguras Kantong!