Ironi Hijab Impor dari China, Gubernur BI: UMKM Pesantren Harusnya Bisa Jadi Sentra Produksi

Photo Author
Fakhrun Nisa, Vox Youths
- Jumat, 16 Mei 2025 | 08:33 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang menyoroti soal impor hijab dari China (Instagram.com/@perrywarjiyo76)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang menyoroti soal impor hijab dari China (Instagram.com/@perrywarjiyo76)

Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Fenomena banjirnya produk hijab impor dari China di pasar Indonesia jadi sorotan banyak pihak.

Salah satunya adalah Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang ikut buka suara tentang fenomena ini.

Menurut dia, ini sebenernya missed opportunity besar buat para pelaku UMKM lokal, terutama yang berbasis di pondok pesantren.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Sarasehan Ekonom Islam Indonesia yang digelar Kamis (15/5/2025).

Secara gamblang, Perry Warjiyo, mengungkapkan keprihatinannya melihat begitu banyak hijab impor dari China beredar di pasaran Indonesia.

"Bagaimana kemudian kita produksi pangan dari pondok pesantren, dari pertanian. Kemudian diproses dari yang besar-besar, diekspor," tutur Perry.

Bos BI ini menekankan bahwa seharusnya Indonesia bisa memproduksi sendiri hijab berkualitas.

Apalagi mengingat banyaknya sentra-sentra industri tekstil di berbagai daerah, termasuk di kawasan pondok pesantren.

Baca Juga: Merger Grab-GoTo: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? Ini Kata Pengamat Rhenald Kasali

Potensi Besar dari Pondok Pesantren yang Belum Dimaksimalkan

Perry nggak cuma bahas soal hijab.

Dia juga nyinggung soal potensi besar yang bisa dikembangkan dari bisnis-bisnis berbasis pondok pesantren, khususnya di sektor pangan dan fashion.

"Bagaimana UMKM membangun hijab, masa kita hijab impor dari China? Di Tasikmalaya banyak, di mana-mana pun juga banyak," jelasnya.

Menurut Perry, pondok pesantren sebenernya punya potensi besar untuk jadi motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Apalagi, jumlah pesantren di Indonesia sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

Halaman:

Editor: Fakhrun Nisa

Sumber: Youtube

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X