viral

BRIN Sebut Meteor, Polisi Bilang Api Tebu: Siapa Benar Soal Cahaya Merah Cirebon?

Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:23 WIB
Mengintip fenomena cahaya merah yang terekam meluncur di langit Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025 malam. (X.com/@lambepaklurah)

Untuk urusan benda langit, BMKG menyerahkan penjelasannya kepada lembaga yang lebih berwenang, yaitu BRIN.

Analisis BRIN: Itu Meteor Besar, Bukan Api Biasa
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, punya pandangan yang sangat jelas.

Melalui akun Instagram pribadinya (@t_djamal), ia menyimpulkan bahwa semua tanda mengarah pada meteor berukuran cukup besar.

"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35 sampai 18.39 WIB," tulis Thomas pada Senin, 6 Oktober 2025.

Ia merujuk pada rekaman CCTV yang menunjukkan cahaya meluncur serta data BMKG yang mencatat adanya getaran kecil tepat pada pukul 18.39.12 WIB.

"Ketika (meteor) memasuki atmosfer yang lebih rendah, ia menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan getarannya terdeteksi oleh BMKG Cirebon," ungkapnya.

Menurut Thomas, benda langit yang terlihat seperti "bola api" itu kemungkinan besar jatuh di Laut Jawa setelah menembus atmosfer.

Baca Juga: Rokok Ilegal Bikin Rugi Triliunan, Pemerintah Tawarkan 'Pemutihan'

Versi Polisi: Cuma Api Lahan Tebu?

Berbeda dengan BRIN, pihak kepolisian punya temuan lain di lapangan.

Setelah menyisir sejumlah lokasi yang dilaporkan warga, polisi tidak menemukan jejak apa pun yang berhubungan dengan jatuhnya benda langit.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di sejumlah titik, tidak ditemukan adanya bekas atau jejak benda jatuh di wilayah hukum Polres Cirebon," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, pada Senin, 6 Oktober 2025.

Justru, tim gabungan menemukan bekas kebakaran lahan tebu di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang.

Lokasinya tidak jauh dari area tempat warga melihat cahaya merah tersebut.

"Lahan tebu tersebut memang sengaja dibakar oleh petani pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB," jelas Hendra.

Saat ini, polisi terus berpatroli untuk menenangkan warga dan memastikan keamanan tetap terjaga di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial.

Baca Juga: KKMP Tukangkayu di Banyuwangi Jadi Percontohan: Belanja Sembako Lebih Murah dan Ada Layanan Digital

Halaman:

Tags

Terkini