VoxYouths.Com - VoxYours, lagi ada drama seru nih di dunia teknologi!
Pat Gelsinger, CEO Intel yang udah megang kendali sejak 2021, lagi hadapi masa-masa challenging banget buat ngebangkitin Intel.
Dan ceritanya makin seru karena ada beef sama TSMC, pemasok chip AI mereka!
Drama TSMC vs Intel: Berawal dari Mulut yang 'Nyolot'
Jadi gini, Gelsinger itu sempet bikin heboh karena komentar pedesnya soal 'ketidakstabilan teknologi' gara-gara terlalu bergantung sama manufaktur Taiwan.
Eh, TSMC yang merasa tersindir langsung gas pol! Mereka cabut diskon gede-gedean (40% bro!) buat wafer 3-nanometer yang harusnya jadi bahan pokok produksi AI Intel.
Dampaknya? Wuih, gak main-main! Intel langsung kena getahnya! Keuntungan anjlok, banyak yang nuduh Intel bangkrut, produksi AI-nya jadi amburadul, dan kontrak-kontrak kerja sama pada kabur!
Baca Juga: AI dalam Kampanye Politik: Ancaman atau Peluang bagi Demokrasi?
Show Me The Money!
Bicara angka, Intel kena hit keras di tahun 2023. Pendapatan mereka turun jadi 54 miliar dolar (sekitar Rp849 triliun).
Yang bikin nyesek, di masa kepemimpinan Gelsinger, mereka harus siap-siap gigit jari dengan kerugian bersih 3,68 miliar dolar (Rp57,8 triliun).
Tapi Boss Gelsinger masih PD aja! Dia malah pasang target ambisius: mau raup keuntungan 45 miliar dolar (Rp707 triliun). Fokusnya? Nguasain pasar chip PC AI global.
Drama Chip 18A: Antara Ambisi dan Realita
Nah, soal chip 18A ini juga bikin pusing. Masalahnya:
- Produksinya masih kedapetan banyak masalah teknis
- Banyak customer yang bilang "Skip dulu deh"
- Harga saham anjlok
Baca Juga: Apakah Starlink Rawan Petir? Fakta yang Perlu VoxYours Ketahui
Tapi yang keren, di tengah situasi kayak gini, Gelsinger malah: