Yang menarik, perpindahan itu berlangsung otomatis tanpa perlu campur tangan pengemudi.
Dalam pengujian ini, perpindahan dari motor listrik ke mesin bensin berlangsung nyaris tanpa mengganggu kenyamanan berkendara.
Energi Tidak Terbuang Percuma
Perjalanan kembali menuju Bandung menghadirkan pengalaman lain.
Saat melintasi turunan dari kawasan Lembang menunuju Bandung, sistem regenerative braking bekerja mengubah energi deselerasi menjadi listrik yang kembali disimpan di dalam baterai.
Dampaknya terlihat jelas di panel instrumen.
Kapasitas baterai yang sebelumnya turun hingga sekitar 20 persen kembali meningkat menjadi 27 persen ketika perjalanan berakhir.
Artinya, mobil tidak sekadar menghabiskan energi, tetapi juga memanen kembali sebagian energi yang selama ini pada kendaraan konvensional hilang begitu saja saat pengereman atau deselerasi.
Pengemudi Tinggal Mengemudi
Yang paling menarik dari pengalaman sehari bersama BYD M6 DM justru bukan soal kapan motor listrik bekerja atau kapan mesin bensin mengambil alih.
Sebab dalam praktiknya, pengemudi hampir tidak perlu memikirkan hal tersebut.
Seluruh pengelolaan tenaga dilakukan otomatis oleh sistem. "Pengemudi cukup fokus mengendalikan kendaraan," kata Public Relations Manager at BYD Nathasya Natalia.
Pendekatan inilah yang membuat teknologi Dual Mode terasa berbeda. Mobil memanfaatkan tenaga listrik semaksimal mungkin untuk efisiensi, tetapi tetap menghadirkan mesin bensin sebagai pendamping ketika dibutuhkan, tanpa menimbulkan kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Bagi pengguna yang baru beralih dari mobil konvensional, pengalaman ini menjadi jembatan yang menarik. Sensasi berkendara menyerupai mobil listrik tetap bisa dirasakan, sementara fleksibilitas perjalanan jarak jauh tetap terjaga berkat kehadiran mesin bensin.***