VoxYouths.com – Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika membahas mobil plug-in hybrid (PHEV) adalah: kapan sebenarnya mesin bensin bekerja?
Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak selalu mudah. Sebab, pada mobil seperti BYD M6 DM, pengemudi tidak perlu menekan tombol untuk berpindah dari mode listrik ke mode bensin. Semua berlangsung otomatis.
Kilat.com, anggota Promedia Group, Selasa (14/7), berkesempatan menjajal langsung BYD M6 DM dalam media test drive dengan rute Bandung–Padalarang–Wanayasa–Ciater–Bandung sejauh sekitar 152 kilometer.
Alih-alih sibuk mengatur mode berkendara, seluruh sistem dibiarkan bekerja sebagaimana dirancang pabrikan.
Hasilnya, pengalaman mengemudi justru memberikan gambaran paling sederhana tentang cara kerja teknologi Dual Mode (DM) milik BYD.
Berangkat dengan Motor Listrik
Perjalanan dimulai dengan kondisi baterai terisi penuh 100 persen.
Sejak keluar dari diler BYD Arista Suci Bandung, mobil bergerak hampir sepenuhnya menggunakan motor listrik. Kabin terasa senyap, sementara akselerasi khas kendaraan listrik langsung terasa sejak pedal gas diinjak.
Selama fase ini, mesin bensin praktis belum mengambil peran sebagai penggerak utama.
Bahkan saat melintasi jalan tol menuju Purwakarta melewati Tol Cipularang, sistem tetap mengandalkan energi listrik selama kapasitas baterai masih mencukupi.
Mesin Tidak Selalu Menyala
Perbedaan utama teknologi Dual Mode dibanding persepsi umum tentang mobil hybrid mulai terlihat ketika kapasitas baterai terus berkurang.
Pada BYD M6 DM, mesin bensin bukan bekerja sejak awal perjalanan.
Mesin baru aktif ketika sistem menilai dibutuhkan tambahan tenaga, terutama setelah kapasitas baterai mendekati 20 persen atau ketika kendaraan menghadapi kebutuhan daya yang lebih besar, seperti tanjakan dan akselerasi.