sastra

Novel Bumi Manusia: Menjelajahi Kedalaman Jiwa Manusia di Tengah Kolonialisme

Rabu, 7 Agustus 2024 | 20:57 WIB
Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

VoxYouths.Com - Pernah dengar novel yang bikin kita langsung jatuh cinta dengan setiap halamannya? Kalau belum, berarti kamu belum baca novel "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer.

Novel "Bumi Manusia" ini bukan cuma sekadar bacaan, tapi juga sebuah perjalanan waktu yang membawa kita langsung ke jantung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

25 Agustus 1980 jadi hari dimana Novel "Bumi Manusia" karya Pramoedya diterbitkan pertama kali.

Terus 2019 kemarin, Novel ini diangkat jadi film dengan judul yang sama, disutradai sama Hanung Bramantyo.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Terbaik: 5 Buku yang Wajib Dibaca untuk Mengubah Hidupmu

Novel Bumi Manusia bercerita tentang apa?

"Bumi Manusia" nyeritain tentang Minke, seorang pemuda pribumi cerdas yang hidup di zaman penjajahan Belanda.

Zaman dulu, pas Indonesia masih dijajah Belanda, ada anak muda bernama Minke yang sekolah di tempat yang isinya orang-orang Belanda semua.

Jadi, dia ini anak pribumi yang harus berjuang buat bisa diterima di lingkungan yang didominasi orang asing.

Minke yang punya pemikiran maju dan jiwa nasionalis tinggi, jatuh cinta pada Annelies Mellema, seorang gadis Belanda keturunan campuran.

Coba bayangkan, di tengah perbedaan status sosial, rasisme yang merajalela, dan pergolakan politik yang begitu dahsyat, mereka berdua harus berjuang mempertahankan cinta mereka.

Kisah cinta mereka ini bukan cuma manis-manis saja, tapi juga penuh dengan lika-liku yang bikin kita ikut deg-degan.

Tema apa saja yang menonjol dalam novel Bumi Manusia?

Tapi, "Bumi Manusia" bukan cuma tentang kisah cinta Romeo dan Juliet-nya Indonesia.

Novel ini juga ngasih gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan masyarakat Indonesia di bawah kekuasaan kolonial.

Kita bakal diajak melihat sisi gelap penjajahan, seperti eksploitasi, ketidakadilan, dan pemisahan kelas.

Halaman:

Tags

Terkini