Voxyouths.com - Hai, Voxyours! Sekarang lagi ramai wacana perubahan kurikulum baru nih di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mukti, udah mulai bahas soal kurikulum deep learning atau pembelajaran mendalam.
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan deep learning dalam konteks pendidikan?
Deep learning lebih dari sekadar mempelajari teknologi atau keterampilan baru.
Kurikulum ini bisa mendorong para guru buat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam untuk siswa.
Di antara banyaknya komponen dalam kurikulum Deep Learning, ada tiga elemen inti yang bisa menjadi panduan utama bagi guru dalam menyusun kegiatan belajar-mengajar.
Tiga elemen itu adalah mindful, meaningful, dan joyful.
Seperti apa konsep pembelajaran deep learning? Simak informasinya di bawah ini!
Tiga Elemen Penting dalam Kurikulum Deep Learning
Ternyata, kurikulum deep learning sudah diterapkan di Australia sejak tahun 1995 lho!
Nah, rencananya Mendikdasmen bakal menerapkan kurikulum serupa di Indonesia.
Menurut Teacher Magazine, ada tiga elemen penting dalam kurikulum deep learning, yaitu mindful, meaningful, dan joyful.
Baca Juga: Warganet Heboh! Mendikdasmen Bawa '3 Resep Rahasia' Pendidikan Australia ke Indonesia
1. Mindful Learning: Belajar yang Menghargai Keunikan Setiap Anak
Elemen mindful learning membuat guru harus bisa menghargai keunikan tiap siswa dan ngasih mereka ruang buat aktif pas belajar.
Elemen ini akan lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan potensi setiap siswa selama proses belajar.
Artikel Terkait
Cara Mendaftar UKBI Adaptif: Solusi Tepat untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia
Cryptarithm: Tantangan Matematika Asah Otak di Clash of Champions!
Contoh Soal Cryptarithm: Nggak Cuma Penjumlahan Biasa, Tantang Otakmu dengan Kode Rahasia!