Mereka pengen proklamasi diumumin dengan cara yang lebih terstruktur.
Di sisi lain, ada golongan muda yang nggak sabaran.
Mereka pengen proklamasi langsung diumumin saat itu juga.
Gimana dong?
Baca Juga: Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, Siap Maju di Pemilihan Bupati 2024
Aksi Penculikan di Rengasdengklok
Nah, di sinilah ceritanya makin seru.
Tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda bikin gebrakan.
Mereka "menculik" Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Tujuannya? Supaya dua tokoh ini bisa segera umumin proklamasi.
Tanpa ada pengaruh dari pihak Jepang.
Keren nggak tuh aksi mereka?
Ngetik Teks Proklamasi di Rumah Perwira Jepang
Setelah drama Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta balik ke Jakarta.
Mereka langsung bikin teks proklamasi.
Tebak di mana? Di rumah Laksamana Muda Maeda, perwira Jepang!
Soekarno nulis tangan teksnya, terus diketik sama Sayuti Melik.