Mereka menilai candaan para remaja tersebut keterlaluan dan tidak menghormati penderitaan yang sedang dialami masyarakat Palestina.
Menanggapi hal tersebut, pihak SMPN 216 Jakarta telah mengambil langkah dengan memanggil siswi yang merekam dan memposting video tersebut, beserta orang tuanya.
Baca Juga: Hari Bakcang: Momen Kebersamaan, Rasa Syukur, dan Menjaga Tradisi
Pemanggilan bertujuan untuk meminta klarifikasi dan membuat permintaan maaf.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, khususnya para remaja, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Penting untuk selalu berhati-hati dalam berucap dan bersikap, terlebih lagi di ranah online yang dengan mudahnya bisa diakses oleh banyak orang.
Mari saling jaga kepekaan dan rasa hormat!
Yuk, kita sama-sama ciptakan ruang digital yang lebih positif dan saling menghargai.
Share artikel ini ke teman-temanmu agar mereka juga tahu tentang pentingnya menjaga empati dan menghormati perasaan orang lain di media sosial.***