news

Pemerintah Aktifkan Posko Utama Gempa NTT 7,7 SR: Prioritaskan Evakuasi Korban Terjebak dan Kerahkan Alat Berat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:43 WIB

VoxYouths.com - JAKARTA – Pemerintah merespons cepat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengonfirmasi pengaktifan posko darurat bencana dan pemetaan fokus penanganan prioritas.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa NTT yang dipimpin langsung oleh Menko PMK pada Sabtu siang.

"Kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana. Jadi seluruh skema dan ketentuan darurat penanggulangan bencana diaktifkan mulai hari ini," tegas Suharyanto.

Prioritas Utama: Evakuasi Warga Terjebak Reruntuhan

Langkah mendesak yang diprioritaskan tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri adalah melakukan pencarian dan pertolongan (search and rescue) bagi korban yang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

  • Fokus Awal: "Ada masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan dan terjebak di beberapa bangunan. Ini menjadi sasaran prioritas awal tim gabungan," jelas Suharyanto.

  • Pembukaan Akses Jalan: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor dan membuka jalur darat yang tertutup akibat guncangan gempa.

Antisipasi Sinyal Putus Pakai Internet Satelit Starlink

Guna mencegah isolasi informasi di area terdampak, pemerintah mengantisipasi potensi kelumpuhan jaringan komunikasi:

  1. Jalur Utama: Pemantauan jaringan seluler lokal di area pusat gempa dekat Kabupaten Nagekeo terus berjalan.

  2. Jalur Cadangan: Pemerintah menyiagakan perangkat komunikasi berbasis satelit Starlink untuk memastikan alur koordinasi penyelamatan tidak terputus.

Update Korban Meninggal Dunia Capai 38 Jiwa

Data BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 15.00 WIB mencatat dampak fatalitas akibat gempa maut ini:

  • Meninggal Dunia: 38 orang

  • Luka Berat: 2 orang

  • Luka Ringan: 11 orang

  • Pengungsi Mandiri: Sekitar 2.000 jiwa

Tim gabungan terus menyisir lokasi terdampak guna memverifikasi data korban serta memastikan kebutuhan darurat warga terpenuhi.***

Tags

Terkini