news

Sakit Hati Fotonya Dijadikan Stiker WA dan Olokan, Oknum Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:20 WIB

VoxYouths.com - TENGGARONG – Seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MFA nekad membakar ruang rapat kantornya pada Selasa (11/8/2026) pagi. Terduga pelaku yang bertugas sebagai operator call center tersebut kini telah diamankan oleh Polres Kukar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi nekat tersebut dipicu oleh rasa sakit hati akibat perundungan (bullying) yang dialami pelaku dari rekan sesama pegawai.

Motif Pembakaran: Kesal Difoto dan Dijadikan Stiker WhatsApp

Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, mengungkapkan bahwa MFA merasa tertekan dan kesal dengan lingkungan kerjanya karena sering dijadikan bahan ejekan di grup percakapan internal.

"Motifnya, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker," ujar Elnath, Rabu (12/8/2026).

Aksi Terencana: Bawa 30–40 Liter Pertalite ke Lantai 3

Aksi pembakaran ruang rapat yang berlokasi di lantai 3 gedung Diskominfo Kukar tersebut disinyalir telah direncanakan dengan matang oleh pelaku:

  • Persiapan Bahan Bakar: Pelaku membeli dan membawa bensin jenis Pertalite sebanyak 30 hingga 40 liter ke dalam ruangan.

  • Waktu Kejadian: MFA bersiap di lokasi sejak pukul 07.00 WITA dan menyulut api sekitar pukul 07.20 WITA sebelum jam operasional kantor ramai.

  • Penangkapan: Polisi mengonfirmasi bahwa MFA tidak melakukan perlawanan saat diamankan oleh petugas.

Pendalaman Isu Pemukulan Pelaku

Terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap MFA oleh sejumlah oknum usai kejadian, polisi menyatakan masih fokus mengusut kasus utama pembakaran.

"Kalau pemukulan belum kami dengar. Masih fokus di pembakaran, misal ada mungkin karena emosi orang di lokasi," tambah Elnath.

Penyidik Satreskrim Polres Kukar saat ini masih terus mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi guna mendalami kasus ini lebih lanjut.***

Tags

Terkini