VoxYouths.Com - VoxYours, ada update terbaru nih soal kasus penembakan bos rental mobil yang sempat heboh Januari lalu.
Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur baru aja mutusin untuk nolak permohonan ganti rugi ke keluarga korban. Penasaran kenapa? Yuk, kita bahas!
Sebelumnya, kasus ini bikin geger karena ada korban jiwa, Ilyas, dan satu korban luka berat, Ramli. Yang jadi tersangka? Ada tiga oknum TNI AL: Klk Bambang Apri Atmojo, Sertu Akbar Adli, dan Sertu Rafsin Hermawan.
Baca Juga: 4 Poin Krusial RUU Polri yang Bikin Publik Geger, Hak Rakyat Terancam?
Nah, di sidang Selasa (25/3/2025), Letkol Arif Rachman selaku ketua majelis hakim ngasih penjelasan detail kenapa restitusinya ditolak. Apa aja sih alasannya?
Pertama, soal kondisi finansial para terdakwa. Ketiganya udah dipecat dari TNI AL dan kena hukuman berat.
Bambang sama Akbar bahkan dapet vonis penjara seumur hidup, sementara Rafsin 4 tahun penjara. Gimana mau bayar ganti rugi kalau udah nggak punya penghasilan, kan?
Kedua, ternyata nggak cuma anggota TNI AL yang terlibat. Ada juga warga sipil yang kasusnya lagi diproses di PN Tangerang. Ini jadi salah satu alasan hakim nolak besaran ganti rugi yang dibebankan ke eks prajurit TNI AL.
Baca Juga: Mantan Napi Susah Dapat Kerja, Menteri HAM Ngajuin Penghapusan SKCK ke Kapolri!
Ketiga, ada beberapa komponen biaya yang dinilai nggak tepat masuk hitungan restitusi. Contohnya? Biaya angsuran mobil. Menurut hakim, ini nggak masuk kategori ganti rugi sesuai Perma No.1 Tahun 2022.
Keempat, nominal ganti ruginya dianggap kurang pas, baik buat keluarga korban meninggal maupun yang luka berat. Karena ini bukan kasus terorisme, besaran ganti ruginya ditolak mentah-mentah.
Yang terakhir, TNI AL sebenernya udah ngasih santunan ke keluarga korban. Keluarga Ilyas dapet Rp100 juta, sementara keluarga Ramli Rp35 juta.
FYI nih, sebelumnya oditur militer nuntut ganti rugi yang lumayan gede. Bambang dituntut bayar Rp209 juta ke keluarga Ilyas dan Rp146 juta buat keluarga Ramli.