Qodari Puji Rekor Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih di Banyuwangi, Jadi Implementasi Nyata untuk Masyarakat

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Kamis, 23 Juli 2026 | 18:20 WIB
Qodari Puji Rekor Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih di Banyuwangi, Jadi Implementasi Nyata untuk Masyarakat
Qodari Puji Rekor Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih di Banyuwangi, Jadi Implementasi Nyata untuk Masyarakat

"Kita manfaatkan KDKMP nantinya untuk bersinergi. Kita bisa mengembalikan dana desa tiap tahun sebesar 20 persen. Ini kita harus tandang bareng karena ini terbukti di Kelurahan Tukang Kayu," katanya.

Ia menambahkan KDKMP tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri, melainkan harus menjadi gerakan bersama dalam upaya memutus rantai kemiskinan.

"KDKMP ini tidak hanya dilaksanakan sendiri tetapi bersama untuk memutuskan rantai kemiskinan," tuturnya.

Harus Diwujudkan dengan Langkah Strategis

Ketua Bidang Pemberdayaan KDKMP Dekopinwil Jatim Satrio Oetomo Sapto Amin menilai potensi besar KDKMP harus diwujudkan melalui langkah-langkah strategis, bukan hanya sebatas wacana.

"Apa yang sudah menjadi potensi KDKMP ini tidak bisa berhenti hanya sekadar retorika, maka perlu dilakukan langkah strategis," ujarnya.

Menurutnya, terbentuknya Asosiasi KDKMP Banyuwangi menjadi bukti kuat bahwa daerah tersebut serius menjadikan koperasi sebagai program strategis nasional yang dimulai dari desa.

"Dengan pengukuhan Asosiasi KDKMP di Banyuwangi mencerminkan bahwa teman-teman memiliki kekuatan bahwa KDKMP sebagai program strategis nasional yang dimulai dari desa," ungkapnya.

Koperasi Dinilai Harus Beri Dampak Nyata

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekertaris daerah Banyuwangi Suratno menegaskan, koperasi merupakan implementasi nyata amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

"Upaya untuk mengimplementasikan UUD 45 Pasal 33, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berasas kekeluargaan yang dimaksud adalah koperasi," ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan koperasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Mari kita resapi bersama bahwa UUD 45 sudah dirundingkan oleh para pendiri bangsa, bahwa kesejahteraan masyarakat kalau ingin dicapai salah satunya lewat koperasi," katanya.

Suratno menyebut Banyuwangi saat ini memiliki potensi sekitar 950 koperasi, termasuk 217 KDKMP yang terdiri atas 189 koperasi desa dan 28 koperasi kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 136 KDKMP telah mengantongi izin operasional.

"Di Banyuwangi total ada potensi 950 koperasi. Sebanyak 217 di antaranya adalah KDKMP, sisanya koperasi konsumsi, jasa, dan lainnya. Serta kita akan kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Banyuwangi," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X