Menjaga Nadi Ekonomi Tanpa Merusak Bumi, Ketika Izin Tambang Tak Lagi Sakti Menahan Laju Kerusakan Lingkungan

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Selasa, 7 Juli 2026 | 22:14 WIB
Menjaga Nadi Ekonomi Tanpa Merusak Bumi, Ketika Izin Tambang Tak Lagi Sakti Menahan Laju Kerusakan Lingkungan
Menjaga Nadi Ekonomi Tanpa Merusak Bumi, Ketika Izin Tambang Tak Lagi Sakti Menahan Laju Kerusakan Lingkungan

Proses pengurusan izin yang mahal dan berbelit-belit justru menyuburkan praktik tambang liar (ilegal) yang beroperasi tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

3.Sisi Gelap Pembangunan

Tingginya permintaan pasar untuk material infrastruktur dan konstruksi daerah yang secara ugal-ugalan membebani daya dukung alam.

Menghindari Bom Waktu Konflik Sosial
Di sisi lain, jurnalisme yang adil harus melihat bahwa sektor ini melibatkan urat nadi perekonomian ribuan warga, mulai dari penambang tradisional, sopir angkutan, hingga industri bahan bangunan.

Penegakan hukum yang kaku dan represif tanpa adanya sustainable economy (ekonomi berkelanjutan) penyeimbang hanya akan melahirkan bom waktu berupa konflik sosial baru.

"Harapan saya, persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan kebijakan yang komprehensif sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," ujar Gus Ridwan menutup pandangannya.

Tantangan terbesar Banyuwangi hari ini adalah membuktikan bahwa kesejahteraan perut rakyat tidak harus dibayar dengan warisan bencana bagi generasi masa depan. Mengabaikan kerusakan lingkungan demi ego ekonomi hari ini adalah bentuk kebangkrutan logis yang nyata.***

Halaman:

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X