Drama Korea Queen Woo Kena Hujan Kritik, Kontroversi Adegan Vulgar dan Keakuratan Sejarah Dipertanyakan?

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 16:17 WIB
Ji Chang Wook dan Jeon Jong Seo di drakor Queen Woo. (TVING via Mydramalist)
Ji Chang Wook dan Jeon Jong Seo di drakor Queen Woo. (TVING via Mydramalist)

VoxYouths.Com - Drama Korea Baru Bikin Heboh! Queen Woo, serial sejarah seharga 30 miliar won, kena hujan kritik.

Dari kostum mirip baju China sampai adegan dewasa yang bikin geleng-geleng kepala, drama ini dianggap terlalu berani.

Padahal ceritanya menarik: Ratu Woo jadi rebutan para pangeran setelah raja meninggal.

Tapi, banyak yang protes karena sejarahnya diubah-ubah dan ada adegan yang terlalu eksplisit. Kamu penasaran?

Baca Juga: Gyeongseong Creature Season 2 Siap Tayang, Siapkah Kamu Menghadapi Kengerian Baru?

Kontroversi Drakor Queen Woo

"Queen Woo" ini ceritanya tentang Ratu Woo yang diperanin sama Jeon Jong Seo. Dia jadi rebutan lima kelompok sama pangeran Goguryeo yang pengen naik takhta abis raja meninggal (rajanya diperanin Ji Chang Wook).

Empat episode pertamanya udah tayang di TVING buat yang di Korea, dan di Paramount+ buat yang di luar.

Nah, drama ini sebenernya campuran antara fakta sama fiksi. Mereka ngambil cerita dari catatan sejarah tentang Ratu Woo, yang pake cara unik buat pertahanin kekuasaan.

Cara uniknya apa? Dia nikah sama adik iparnya sendiri! Ini namanya perkawinan levirat, tujuannya buat lanjutin garis keturunan keluarga.

Begitu tayang, langsung deh jadi kontroversi. Banyak yang nanya, "Kok ada adegan 19+ yang vulgar gini sih? Perlu banget ya?"

Apalagi ini drama sejarah pertamanya TVING, masalah akurasi sejarahnya aja belum beres, eh malah nambah masalah baru.

Baca Juga: Hyun Bin Siap Buat Hati Meleleh di Drama Baru, Comeback Setelah 5 Tahun Crash Landing on You

Biasanya sih drama Korea nggak pake adegan-adegan begituan. Justru itu yang bikin K-drama populer di seluruh dunia.

Tapi sekarang, gara-gara ada platform streaming, adegan-adegan "vulgar" yang bikin wanita jadi objek malah nambah. Jadinya makin susah deh buat drama-drama ini ngindarin kritik pedas.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X