inovasi-teknologi

Proyek Rp1,3 Triliun Coretax DJP: Ada Tiga Perusahaan Asing di Balik Sistem Pajak Canggih Indonesia

Minggu, 12 Januari 2025 | 18:02 WIB
Perusahaan asing yang terlibat dalam proyek Coretax DJP. ((pajak.go.id) )

 

VoxYouths.Com - VoxYours, di jaman serba digital kayak sekarang ini, semua hal dituntut harus canggih dan modern, termasuk urusan bayar pajak nih!

Nah, makanya DJP (Direktorat Jenderal Pajak) bikin sistem baru yang namanya Coretax.

Jadi gini, Coretax ini sebenernya ide yang muncul karena pengen bikin satu platform gede yang bisa nampung banyak data sekaligus bisa cepet nemu kalo ada yang berbuat curang. Keren kan?

Baca Juga: Sistem Pajak Baru di Era Presiden Prabowo, Simak Cara Pake Coretax yang Bikin Auto Gampang!

Sistem ini bakal ngintegrasiin semua fungsi yang ada di administrasi perpajakan. Mulai dari daftar jadi wajib pajak, lapor pajak, bayar pajak, sampe ngurusin pengawasan dan penegakan hukum yang ada hubungannya sama pajak. Lengkap banget deh pokoknya!

Yang bikin sistem ini makin menarik, dana yang dikeluarin buat bikin Coretax ini gede banget loh, sampe Rp1,3 triliun! Sistemnya dikelola sama Kementerian Keuangan dan jalan sesuai Perpres Nomor 40 Tahun 2018.

Nah, karena proyeknya gede banget, ada tiga perusahaan asing yang ikutan terlibat nih. Siapa aja sih mereka?

Pertama, ada PwC Indonesia. Perusahaan ini dapet job sebagai agen pengadaan Coretax dengan nilai Rp37,8 miliar.

Baca Juga: Panduan Lengkap Akses Coretax DJP: Bayar Pajak Jadi Lebih Mudah

FYI nih, PwC itu salah satu firma akuntansi terbesar di dunia yang kantornya di London. Tugas mereka di sini adalah nyariin perusahaan lain buat nyediain aplikasi dan jasa konsultasi pengelolaan manajemen.

Tapi nih VoxYours, PwC punya track record yang agak mencurigakan. Mereka pernah kena skandal pajak di Inggris dan Austria karena diduga ikutan manipulasi pajak buat klien-klien elit mereka.

Bahkan yang lebih parah, September 2024 kemarin, mereka kena denda gede banget dari Komisi Regulasi Sekuritas China, 441 juta yuan (sekitar Rp958 miliar) dan dilarang operasi 6 bulan!

Masalahnya? Mereka ngebiarin penipuan yang dilakuin Evergrande pas audit laporan keuangan tahunan.

Kedua, ada LG CNS Qualysoft Consortium. Ini perusahaan gabungan dari Korea Selatan dan Austria yang dipilih sama PwC buat ngurusin sistem integratornya.

Halaman:

Tags

Terkini