Saat Habibie naik, banyak yang ragu, termasuk Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, yang skeptis terhadap kemampuannya menangani ekonomi.
Tapi, Habibie membuktikan bahwa dia bukan sosok yang bisa diremehkan.
Ada tiga langkah besar yang dia ambil untuk memperbaiki ekonomi dan menguatkan rupiah.
Tiga Strategi Jitu Habibie Selamatkan Rupiah
1. Restrukturisasi Perbankan
Di era Orde Baru, pemerintah sempat mempermudah pendirian bank lewat kebijakan Paket Oktober 1988.
Sayangnya, pengawasan manajemen perbankan nggak begitu ketat.
Jadi waktu krisis datang, banyak bank kolaps dan nasabah panik menarik dananya.
Habibie nggak tinggal diam. Dia merestrukturisasi sektor perbankan.
Dia menggabungkan empat bank milik pemerintah menjadi Bank Mandiri.
Nggak cuma itu, dia juga bikin Bank Indonesia (BI) benar-benar independen lewat UU No. 23 Tahun 1999, supaya nggak ada intervensi politik dalam kebijakan moneter.
Dalam otobiografinya, B.J. Habibie: Detik-detik yang Menentukan (2006), Habibie bilang kebijakan ini penting agar BI bisa lebih kuat, objektif, dan nggak gampang dipengaruhi kepentingan tertentu.
2. Kebijakan Moneter Ekstra Ketat
Biar masyarakat percaya lagi sama perbankan, Habibie bikin kebijakan moneter yang ketat.
Salah satunya dengan menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi.
Supaya orang lebih tertarik menyimpan uang di bank daripada dipegang dalam bentuk tunai.
Strategi ini ternyata berhasil. Jumlah uang yang berbedar di masyrakarat juga bisa dikendalikan.
Suku bunga yang sempat menyentuh 60% akhirnya bisa ditekan ke angka belasan persen.