Kurang Produksi Lokal, Jadi Banyak Impor
Sekarang memang udah ada beberapa pabrik mobil listrik di Indonesia.
Tapi, jumlahnya belum banyak. Akibatnya, mobil listrik yang beredar di jalan raya kebanyakan masih impor.
Kalau barangnya impor, otomatis harganya jadi lebih mahal karena ada biaya pengiriman dan lain-lain.
Baca Juga: Xiaomi Genjot Produksi Mobil Listrik SU7 untuk Memenuhi Permintaan Tinggi tahun 2024
SPKLU Masih Jarang Ditemuin
Kalau kamu kepikiran beli mobil listrik, pasti kepikiran juga dong soal tempat ngecasnya.
Nah, stasiun pengisian daya listrik alias SPKLU ini jumlahnya masih terbatas di Indonesia.
Ini mungkin bikin kamu khawatir kalau kehabisan daya di tengah jalan.
Walaupun SPBU listrik lagi gencar dibangun, tapi belum merata di semua daerah.
Kondisi ini, ya nggak bisa dipungkiri, bisa jadi mempengaruhi minat orang buat beli mobil listrik.
Mobil Listrik vs. Mobil Bensin: Siapa Juaranya?
Oke, harga mobil listrik emang lebih mahal daripada mobil bensin.
Tapi, jangan langsung mundur dulu! Coba kita hitung jangka panjangnya.
Mobil listrik nggak perlu bensin, artinya kamu bisa berhemat dari biaya bahan bakar.
Selain itu, biaya perawatan mobil listrik juga cenderung lebih murah.
Jadi, walaupun harganya di awal lebih mahal, bisa jadi dalam jangka panjang justru lebih hemat, gaes!
Menurut Pakar, Gimana Biar Harga Mobil Listrik Bisa Turun?
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, kasih penjelasan dan saran menarik nih.
Artikel Terkait
Mobil Listrik Honda Terbaru: Lingxi, Siap Meluncur di Tahun 2024!
Gak Perlu Beli Motor Baru, Yuk Ikutan Program Konversi Motor Listrik dari Pemerintah!
Panduan Lengkap Cara Daftar Online Program Konversi Motor Listrik Pemerintah, ada Subsidi!
Wah, Tesla Banting Harga Model Y, S, dan X di AS! Ada Apa Nih?