Kenapa Shalat Witir Usai Tarawih Selalu Baca 3 Surah Ini? Simak Penjelasannya!

Photo Author
Ummu Habibah, Vox Youths
- Minggu, 2 Maret 2025 | 16:00 WIB
Foto ilustrasi shalat berjamaah di masjid.  ((Unsplash/Masjid Pogung Dalangan))
Foto ilustrasi shalat berjamaah di masjid. ((Unsplash/Masjid Pogung Dalangan))

VoxYouths.Com - VoxYours, Kemenag udah resmi mengumumkan kapan dimulainya Ramadhan tahun 2025. Setelah sidang isbat yang dilakukan untuk ngelihat hilal (bulan sabit), ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H bakal jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Prof. Nasaruddin dalam konferensi pers di kantor Kemenag Jakarta, Jumat (28/2/2025), ngasih penjelasan detail soal posisi hilal.

"Di seluruh Indonesia, ketinggian hilal berkisar antara 3 derajat 5,91 menit sampai 4 derajat 40,96 menit. Sementara sudut elongasinya antara 4 derajat 47,3 menit hingga 6 derajat 24,14 menit," jelasnya.

Baca Juga: Niat Mandi Puasa Ramadhan: Udah Tau Niatnya? Cek Dulu Panduan Lengkap dari VoxYouths!

Yang bikin makin mantap nih, hilal udah keliatan di Aceh dan udah ada dua orang saksi yang disumpah sama hakim agama setempat. Jadi fix deh, 1 Ramadhan 2025 jatuh tanggal 1 Maret.

Nah, Soal Tarawih Gimana?

Karena 1 Ramadhan jatuh hari Sabtu, berarti kita bisa mulai tarawih dari Jumat malam, 28 Februari 2025.

Waktu tarawihnya fleksibel kok, bisa dilakukan setelah Isya sampai sebelum Subuh. Terserah mau ikut jamaah di masjid atau shalat sendiri di rumah.

Biasanya sih, jumlah rakaatnya ada dua versi nih: 8 rakaat atau 20 rakaat, plus shalat witir ya tentunya.

Ngomongin Soal Witir...

Pernah nggak sih noticed kalau bacaan shalat witir di masjid-masjid Indonesia itu hampir selalu sama? Yup, biasanya pakai surah al-A'la di rakaat pertama, al-Kafirun di rakaat kedua, dan al-Ikhlas di rakaat ketiga.

Tapi ini sebenernya ada ceritanya lho! Menurut NU, para ulama Syafi'iyyah dan Hanabilah sepakat kalau dua rakaat awal itu emang disunnahkan baca al-A'la dan al-Kafirun. Yang beda pendapat itu di rakaat terakhir.

Kalau menurut ulama Syafi'iyyah, di rakaat terakhir sebaiknya baca al-Ikhlas plus al-Mu'awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas). Sementara menurut Hanabilah, cukup baca al-Ikhlas aja.

Baca Juga: 10 Resep Olahan Tempe untuk Sahur: Praktis, Lezat, dan Gampang Dibuat!

Dasarnya Apa?

Ulama Syafi'iyyah ngambil dasar dari hadits yang diriwayatkan an-Nasai dan Ibnu Majah nih. Ceritanya, Sayyidah Aisyah pernah ditanya soal bacaan Nabi pas shalat witir.

Beliau jawab kalau Nabi baca al-A'la di rakaat pertama, al-Kafirun di rakaat kedua, dan al-Ikhlas plus al-Mu'awwidzatain di rakaat ketiga.

Halaman:

Editor: Ummu Habibah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X