analisis-pasar

LG Mundur dari Proyek Baterai RI, Pengamat: Jangan Remehkan IHSG!

Senin, 28 April 2025 | 14:59 WIB
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin (kiri) dan ilustrasi LG Energy Solution Co. (kanan). ((YouTube.com/RhenaldKasali - LG Energi Solution))

VoxYouths.Com - Lagi rame nih di Indonesia, VoxYours! Publik lagi heboh ngomongin LG yang tiba-tiba mundur dari proyek baterai nikel yang harusnya dari hulu ke hilir di Indonesia. Alasannya? Takut kena rugi, guys!

Nah, sebelum ada kabar ini, Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo udah sempet ketemu sama orang-orang dari Korea Selatan, termasuk tim dari konsorsium LG. Jadi dia tau banget nih soal inside story-nya.

Baca Juga: QRIS dan GPN Jadi Sorotan Trump, Airlangga Tegaskan Indonesia Terbuka untuk Operator Global

Drajad cerita, awalnya LG udah oke banget buat investasi di proyek baterai mobil listrik (electric vehicle/EV).

Nilai investasinya gak main-main lho, sampe 2 miliar dolar atau sekitar Rp33,7 triliun! Bayangin aja duitnya!

Eh, siapa sangka, tiba-tiba BYD Auto Co. Ltd, produsen mobil listrik dari China, yang gak bisa jualan di Eropa gara-gara perang dagang, malah masuk ke Indonesia dengan karpet merah. Maksudnya, mereka dikasih berbagai kemudahan gitu.

Nah, di sinilah masalahnya mulai muncul. LG ngerasa kurang fair nih, soalnya mereka gak dapet kemudahan yang sama kayak yang dikasih ke BYD. Akhirnya, LG yang udah siap investasi gede-gedean malah mundur teratur.

"LG mikir lagi, kalau mau investasi terus, pasarnya turun, kami tidak diperlakukan sama dengan teman-teman dari China," ungkap Drajad pas lagi diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, tanggal 24 April 2025.

Baca Juga: Panas! AS-China Saling Serang Tarif, Trump Ngaku Siap Negosiasi

Di sisi lain, Ferry Latuhihin, yang jago banget soal ekonomi dan pasar modal, ikutan nimbrung kasih pendapat soal batalnya investasi LG ini.

"Kemarin kasus LG, batal (investasi) mungkin lebih baik lari ke negara lain," kata Ferry dalam video YouTube Rhenald Kasali yang tayang Senin, 28 April 2025.

Ferry juga ngingetin banget nih buat Indonesia supaya gak anggap enteng soal IHSG. "Jadi tolong, RI jangan anggap remeh indikator indeks harga saham gabungan (IHSG)," tegasnya dengan serius.

Terus, Ferry ngasih contoh dampak dari kaburnya LG dari proyek baterai nikel di Indonesia. Dia bilang, "Memang benar, petani itu tidak bermain saham, harga pangan stabil, tapi sampai di mana?".

Baca Juga: Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat 5,5% ke Zona Hijau!

Halaman:

Tags

Terkini