VoxYouths.Com - Waduh, VoxYours! Donald Trump bikin geger lagi nih! Mulai hari ini, Rabu 9 April 2025, kebijakan tarif balasan atau yang hits disebut 'resiprokal' resmi diberlakukan ke banyak negara.
Yang bikin heboh, Australia jadi salah satu yang kena getahnya!
Nah, kenapa sih Australia bisa kena tarif 10 persen? Jadi gini ceritanya... Berdasarkan info yang dilansir dari SBS News, Jamieson Greer selaku Perwakilan Dagang AS ngasih penjelasan menarik nih.
Ternyata, Australia kena 'sentil' gara-gara ngelarang masuknya daging babi dan sapi dari Negeri Paman Sam!
Yang lebih mencengangkan, kebijakan ini tetap jalan meskipun sebenernya AS dan Australia udah punya perjanjian perdagangan bebas lho.
Tapi karena Australia bandel ngelarang produk daging AS masuk, ya perjanjiannya jadi gak berlaku deh.
"Kami harus meningkatkan skor di Australia," ujar Greer pas lagi rapat sama Komite Keuangan Senat Australia kemarin, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga: Trump 'Menggempur' 185 Negara dengan Tarif Balasan, China Kena 104%!
Dia nambahin, "Terlepas dari perjanjian tersebut, mereka melarang daging sapi kita, mereka melarang daging babi kita."
Greer juga kasih bocoran nih ke para senator Australia. Katanya, AS bakal lanjut nego sama negara-negara yang kena dampak kebijakan ini. Prosesnya bakal dilakukan satu-satu alias negara per negara.
FYI nih VoxYours, Trump yang notabene politikus Partai Republik ini udah mantap banget mau nerapin tarif 10 persen buat semua barang impor.
Bahkan dia bilang, tarifnya bakal dibikin setengah dari tarif yang dipake negara lain buat produk-produk AS.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Kendalikan Harga Pangan Saat Negara Lain Kesulitan