VoxYouths.com - Voxyours pasti tertarik dengan kisah sukses UMKM lokal yang berhasil go digital, kan?
Nah, kali ini VoxYouths.com bakal berbagi cerita inspiratif tentang bagaimana BRI memberdayakan pengusaha keripik ubi jalar dari Kubu Raya yang sukses menembus pasar nasional.
Ini bukti nyata bahwa UMKM Indonesia punya potensi besar untuk berkembang dengan dukungan yang tepat.
Baca Juga: Raup Cuan dari Content Creator: Kolaborasi Promedia x BRI di Kampus FISIP UNDIP Buka Jalan Sukses!
Inovasi Lokal yang Menggerakkan Ekonomi Desa
Siapa sangka, harga ubi jalar yang anjlok justru memunculkan ide kreatif dari warga Kubu Raya, Kalimantan Barat? Berkat pendampingan BRI melalui program Desa BRILiaN, sekarang produk keripik ubi jalar mereka jadi incaran banyak orang.
Ini bukan sekadar cerita sukses biasa, tapi bukti nyata bagaimana inovasi lokal bisa menggerakkan roda ekonomi desa.
Keunikan produk ini terletak pada pengolahan bahan baku lokal menjadi camilan bernilai tinggi. Proses produksi yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga setempat tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tapi juga memberdayakan komunitas lokal secara berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM yang Berkelanjutan
Program pemberdayaan UMKM oleh BRI tidak hanya berhenti pada pemberian modal. Beberapa benefit yang diterima pelaku UMKM meliputi:
- Akses pasar digital yang lebih luas melalui platform modern
- Pendampingan intensif dari mantri BRI yang berpengalaman
- Pelatihan digital marketing komprehensif
- Fasilitas pembayaran modern dengan teknologi terkini
- Kesempatan ikut bazaar dan pameran tingkat nasional
- Networking dengan pelaku UMKM sukses lainnya
- Akses ke program peningkatan kapasitas bisnis
- Dukungan branding dan packaging produk
Sayat, salah satu pelaku UMKM binaan BRI, berbagi pengalamannya saat mengikuti Bazaar UMKM BRILiaN di Area Taman BRI Jakarta. "Sekarang transaksi jadi lebih mudah berkat BRImo dan QRIS.
Para mantri BRI juga aktif membimbing kami dalam penggunaan teknologi digital," jelasnya dengan antusias.
Transformasi Digital UMKM Binaan BRI
Menariknya, keripik ubi jalar ini dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp10.000 per kemasan.
Strategi penetapan harga ini merupakan hasil diskusi intensif dengan tim pendamping BRI untuk memastikan produk bisa bersaing di pasar sambil tetap memberikan margin keuntungan yang optimal.
Muhammad Candra Utama, SEVP Ultra Mikro BRI, menegaskan bahwa klaster UMKM seperti ini merupakan bukti nyata optimalisasi potensi lokal.
"Kami yakin dengan inovasi berkelanjutan, usaha ini akan menjadi penggerak ekonomi yang signifikan," ujarnya saat membuka Bazaar UMKM BRILiaN.