Agus juga kasih tips penting nih buat media-media di Medan. Katanya, kalo udah punya brand media yang udah bertahan puluhan tahun, itu aset berharga yang wajib dipertahanin.
"Brand media yang udah puluhan tahun tuh jangan dibuang. Tinggal gimana kita bisa adaptasi sama perkembangan zaman aja," tegasnya.
CEO Props Kasih Insight Soal Tren Digital
Ilona Juwita dari Props juga nggak kalah seru nih. Dia seneng banget bisa balik lagi ke Medan setelah 1-2 tahun nggak mampir.
"Seneng banget nih bisa balik ke Medan. Sebagai CEO Props yang jadi mitra Promedia, kita siap bantu mitra-mitra Promedia di sini," katanya semangat.
Ilona ngasih data menarik soal konsumsi media di Indonesia. "Bayangin aja, dari 185 juta pengguna internet di Indonesia - itu sekitar 66,5% dari total penduduk - masih didominasi sama medsos," jelasnya.
Yang bikin surprise, ternyata berita online masih jadi primadona. "Meski streaming sama konten on-demand lagi naik daun, tapi 70% pengguna internet masih doyan baca berita online lho," ungkapnya.
Makanya, Ilona ngajak para pengusaha media buat keluar dari zona nyaman. "Yuk, kita jelajahi bareng-bareng tren iklan digital yang makin berkembang ini!"
Kabar Baik Buat Media yang Belum Terverifikasi
Nah, di sesi terakhir, Suprapto Sastro Atmojo selaku Ketua Komite Publisher Right ngasih kabar gembira.
Dia ngebahas soal Perpres Nomor 32 Tahun 2024 yang ternyata bisa menguntungkan media yang belum terverifikasi Dewan Pers.
"Banyak yang nanya nih, media yang belum terverifikasi tapi udah jadi badan hukum, bisa dapet manfaat dari Perpres ini nggak?" Suprapto membuka diskusi.
"Jawabannya: bisa dong! Soalnya ada program pelatihan jurnalisme berkualitas yang bisa diselenggarain sama platform digital," jelasnya.
Lebih detail lagi, Suprapto ngejelasin kalo program pelatihannya bisa dilakukan dengan berbagai cara: "Bisa diselenggarain sendiri sama platform digital, bisa juga kerja sama sama perusahaan media, atau koordinasi sama komite publisher rights."
Jadi, event MIND ID Mediapreneur Talks ini nggak cuma jadi ajang kumpul-kumpul doang, tapi bener-bener kasih insight dan peluang baru buat para pelaku media di Medan. Keren kan? Semoga aja ini bisa jadi langkah awal buat kemajuan media di Sumut!***