VoxYouths.com - Depok – Penyampaian berbagai capaian dan program prioritas Pemerintah Kota Depok oleh Wali Kota Supian Suri dalam Pengajian Kitab Al-Hikam di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Jumat (24/7/2026), mendapat perhatian dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Rohmat Rospari.
Menurut Rohmat, forum keagamaan tersebut bukan hanya menjadi ruang memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pertanggungjawaban moral pemerintah kepada masyarakat mengenai arah pembangunan yang sedang dijalankan.
Ia menilai, berbagai program yang dipaparkan Wali Kota, mulai dari pembangunan infrastruktur, penambahan sekolah, penyediaan PAUD gratis, hingga pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa, merupakan bagian dari proses mewujudkan janji-janji pembangunan yang telah disampaikan kepada masyarakat.
> "Pembangunan sebuah kota tidak mungkin selesai dalam hitungan bulan. Semua membutuhkan proses, perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan secara bertahap. Yang terpenting adalah masyarakat dapat melihat adanya arah, komitmen, dan kerja nyata yang terus dilakukan oleh pemerintah," ujar Rohmat.
Menurutnya, masyarakat berhak memberikan kritik terhadap pemerintah. Bahkan kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik juga perlu disampaikan secara objektif dengan melihat keseluruhan kinerja, bukan hanya berfokus pada satu persoalan yang muncul.
"Sering kali ketika ada satu pelayanan yang belum maksimal atau satu persoalan yang muncul di lapangan, muncul anggapan bahwa pemerintah tidak bekerja. Padahal pada saat yang sama banyak program lain yang sedang berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Rohmat mengapresiasi sikap Pemerintah Kota Depok yang, menurutnya, cukup responsif terhadap berbagai masukan dan keluhan masyarakat. Berbagai persoalan yang muncul umumnya segera ditindaklanjuti melalui perbaikan maupun evaluasi.
"Yang perlu kita bangun adalah budaya saling mengingatkan dan saling memperbaiki. Pemerintah terbuka terhadap kritik, sementara masyarakat juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan secara bertahap," ujarnya.
Ia kemudian mengutip pepatah yang sangat dikenal di tengah masyarakat, **"Setitik nila merusak susu sebelanga."** Menurut Rohmat, pepatah tersebut menjadi pengingat bahwa satu kesalahan sering kali menutupi banyak kebaikan yang telah dilakukan.
"Jangan sampai kita hanya melihat setitik nila, sementara susu sebelanga yang penuh manfaat justru terlupakan. Sebaliknya, pemerintah juga harus terus menjaga kualitas pelayanannya agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara," ungkapnya.
Rohmat menegaskan bahwa membangun sebuah kota memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah berkewajiban bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel, sedangkan masyarakat berperan aktif memberikan masukan yang konstruktif serta mengawal jalannya pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung setiap program yang membawa manfaat bagi kepentingan bersama.
> "Mari kita menjadi masyarakat yang kritis, tetapi juga adil. Apresiasi terhadap capaian pemerintah tidak menghilangkan hak kita untuk memberikan kritik. Sebaliknya, kritik yang objektif justru akan memperkuat kualitas pelayanan publik," tutur Rohmat.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian Al-Hikam dapat terus menjadi perekat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Depok yang maju, inklusif, dan sejahtera.***