news

Sempat Viral Disebut Arogan di Lalin Bundaran HI, Sopir Alphard yang Minta Sujud ke Satpam Ternyata Anggota Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:22 WIB
Sempat Viral Disebut Arogan di Lalin Bundaran HI, Sopir Alphard yang Minta Sujud ke Satpam Ternyata Anggota Polisi

VoxYouths.com  - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti kontroversi yang sempat terjadi antara seorang petugas keamanan atau satpam di Bundaran HI, Fiktor Harefa (26) dengan seorang pengemudi Alphard.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi di penyeberangan depan Hotel Pullman, Bundaran HI.

Kala itu, beredar video kamera pengawas CCTV yang memperlihatkan Fiktor menegur pengemudi Alphard tersebut yang diduga menerobos lampu lalu lintas (lalin) di area penyeberangan Bundaran HI.

Hal yang menyita perhatian, teguran tersebut sempat berujung cekcok karena pengemudi tidak terima hingga diduga memaksa satpam tersebut untuk bersujud.

Kini, terungkap identitas pengemudi Alphard tersebut merupakan seorang aparat kepolisian.

Terlebih, sopir Alphard yang sempat viral disebut arogan itu mengaku salah, dan bersedia untuk gantian bersujud di hadapan sang petugas keamanan, untuk menebus kesalahannya.

Hal itu dilakukan pelaku, setelah melalui proses mediasi di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta, pada Jumat, 25 Juli 2026 malam.

Pelaku Gantian Sujud untuk Tebus Kesalahan

Kuasa hukum korban, Wiradarma Harefa dalam kesempatan itu menilai aksi tersebut dilakukan atas kesadaran pengemudi Alphard, sebagai bentuk penyesalan, tanpa ada permintaan dari kliennya.

"Mohon maaf teman-teman, korban tadi tidak meminta itu. Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah," kata Wiradarma usai mediasi.

Kesadaran penyesalan, ya mungkin melakukan juga hal yang sama, sujud di hadapan. Begitu," ucap Wiradarma.

Menurut Wiradarma, pihak pengemudi Alphard akhirnya menyadari kesalahan dan mengakui sikap arogan yang terjadi saat perselisihan di Pos Polisi Thamrin yang sempat viral di media sosial.

"Jadi ya itu tadi, dia melakukan sujud dan 'mohon maaf ya saya sudah salah' seperti itu," beber Wiradarma.

"Kesadaran penyesalan, ya mungkin melakukan juga hal yang sama, sujud di hadapan (korban)," sambungnya.

Halaman:

Terkini