“Mengapa saya curhat ke Bang Dasco? Karena beliau mungkin sedikit pejabat yang kalau ketemu saya tidak pernah bertanya dapur atau SPPG, karena beliau tdk punya SPPG. Bahkan semua kebijakan ‘radikal’ yang saya ambil di BGN terkait moratorium SPPG, refocusing, penutupan SPPG, dan lain-lain, pasti saya konsultasikan ke Bang Dasco,” jelasnya.
“Saat saya pamit mundur tanggal 12 Juli itu, Bang Dasco bilang, ‘Sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun,’ jawab beliau,” tegasnya.
Respons soal Kabar Kemungkinan Diperiksa Kejaksaan Agung
Masih dari unggahan yang sama, Nanik juga buka suara mengenai kabar kemungkinan dirinya akan diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi BGN yang saat ini sedang dalam penyidikan.
“Kemarin hampir semua anggota Kabinet Merah Putih telepon atau WhatsApp mendoakan saya, termasuk Pak Jaksa Agung ya. Buat media yang buat judul bombastis, ‘Nanik S Deyang Berpeluang Diperiksa Kejagung,’ coba tanya Pak Jaksa Agung deh bener apa nggak?” lanjutnya.
“Masa menyebut sumber beritanya dari Kapuspenkum Kejagung, padahal kata Pak Jaksa Agung ST Burhanudin, Kapuspenkum yang bernama Anang Supriatna sakit dan belum masuk,” imbuhnya.
Pada akhir unggahan, Nanik menuliskan ucapan selamat atas dilantiknya Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru untuk menggantikan tugasnya.
“Selamat untuk adinda Sudaryono. Bismillah kuat dan pasti bisa, beda dengan saya yang mentalnya kaleng kerupuk dan gak siap punya mental pejabat,” tandasnya.
Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN pun telah dilakukan pada Rabu, 22 Juli 2026 atau hari yang sama dengan pengumuman Nanik mundur.
***