Potongan Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Jadi Sorotan, Apa Dampaknya bagi Pengemudi dan Penumpang?

Photo Author
Raihan Maheswara, Vox Youths
- Jumat, 3 Juli 2026 | 19:45 WIB

VoxYouths.com - JAKARTA – Kebijakan mengenai besaran potongan komisi yang dikenakan kepada pengemudi ojek online (ojol) kembali menjadi perhatian publik. Isu ini mencuat setelah muncul dorongan agar potongan yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi dibatasi maksimal 8 persen, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan para mitra pengemudi.

Selama ini, besaran potongan yang diterapkan platform transportasi online menjadi salah satu topik yang kerap diperdebatkan. Sejumlah pengemudi menilai potongan yang berlaku saat ini masih cukup besar sehingga mengurangi pendapatan bersih yang mereka terima dari setiap order.

Apabila usulan pembatasan komisi maksimal 8 persen diterapkan, pengemudi berpotensi memperoleh bagian pendapatan yang lebih besar dari tarif perjalanan. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mitra, terutama di tengah kenaikan biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga kebutuhan hidup sehari-hari.

Di sisi lain, perusahaan aplikasi kemungkinan perlu melakukan penyesuaian terhadap model bisnisnya. Komisi yang dipungut selama ini digunakan untuk membiayai operasional platform, pengembangan teknologi, layanan pelanggan, promosi, hingga berbagai program bagi mitra dan pengguna.

Pengamat ekonomi digital menilai kebijakan mengenai besaran komisi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pengemudi, perusahaan aplikasi, konsumen, serta keberlangsungan ekosistem transportasi online. Regulasi yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dinilai sama-sama memiliki konsekuensi terhadap industri.

Bagi masyarakat sebagai pengguna layanan, pembatasan potongan komisi tidak serta-merta memengaruhi tarif perjalanan. Besaran tarif tetap bergantung pada kebijakan yang berlaku, termasuk perhitungan biaya operasional, permintaan pasar, serta regulasi pemerintah.

Sementara itu, komunitas pengemudi ojol berharap kebijakan yang diambil pemerintah mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra. Mereka juga menginginkan adanya transparansi dalam perhitungan komisi serta pembagian pendapatan antara platform dan pengemudi.

Hingga saat ini, pembahasan mengenai batas maksimal potongan komisi masih menjadi perhatian berbagai pihak. Keputusan yang diambil nantinya diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih adil, berkelanjutan, dan menguntungkan seluruh pihak yang terlibat.***

Editor: Raihan Maheswara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X