VoxYouths.com - Indonesia, dengan kekayaan Warisan budaya dan pengaruh global, memiliki sejarah trend kuku yang menarik.
Jauh sebelum produk modern, masyarakat Indonesia menggunakan bahan alami seperti pacar kuku (henna) dan kunyit untuk memberi warna pada kuku.
Motif batik, ukiran, dan manik-manik menjadi inspirasi untuk menghias kuku. Ini terlihat pada upacara adat dan perayaan tertentu.
Baca Juga: Rekomendasi Kutek Kuku Alami Selama Ramadhan: Panduan Berdasarkan Pendapat Para Ulama
Di beberapa daerah, pengaruh budaya Tionghoa terlihat pada penggunaan warna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan.
Pada abad 19-20 Tren kuku Eropa masuk ke Indonesia, seperti penggunaan warna merah dan cat kuku, mulai masuk dibawa kaum kolonial.
Di masa ini, tren kuku masih terbatas pada kaum bangsawan dan kelas atas atau biasa yang menggunakan adalah penari yang dibayar mahal.
Pada Abad 20 hingga sekarang, Tahun 1980 Salon kuku mulai bermunculan di kota-kota besar, menawarkan jasa perawatan dan pewarnaan kuku sederhana.
Lalu Tahun 1990-an Tren French Manicure masuk dan menjadi tren klasik yang digemari.
Teknologi nail art berkembang di Tahun 2000-an. Penggunaan gel polish, glitter, dan aksesoris mulai marak.
Baca Juga: Bikin Salfok!!! Ini Cara Menemukan Warna Cat Kuku yang Tepat untuk Jenis Kulit VoxYours!
Media sosial seperti Instagram dan Youtube menjadi jendela tren nail art global.
Indonesia mulai mengikuti tren nail art global, namun dengan sentuhan lokal yang unik. Artis nail Indonesia mulai dikenal dan bereksperimen dengan desain inovatif.
Kini Tren kuku semakin beragam dan personal. Nail art tidak hanya dipandang sebagai estetika, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri.