kecantikan

Cara Melakukan Treatment Keratin Rambut Sendiri di Rumah: Mudah dan Praktis

Selasa, 12 Maret 2024 | 13:06 WIB
Cara treatment keratin rambut sendiri di rumah (freepik.com/valuavitaly)
  1. Keramas menggunakan shampoo. Pastikan bilas rambut sampai bersih ya.
  2. Keringkan rambut dengan hair dryer atau handuk.
  3. Bagi rambut menjadi beberapa bagian kecil. Ini akan memudahkan Voxyours saat mengaplikasikan produk keratin.
  4. Kenakan sarung tangan plastik.
  5. Aplikasikan cairan keratin sesuai instruksi produk sedikit demi sedikit ke setiap heli rambut. Hindari area kulit kepala ya!
  6. Gunakan sisir halus untuk memastikan produk keratin terdistribusi merata.
  7. Diamkan produk keratin selama waktu yang dianjurkan. Biasanya sekitar 30 menit.
  8. Keringkan rambut dengan hair dryer.
  9. Bagi rambut menjadi beberapa bagian kecil lagi.
  10. Catok rambut secara perlahan dan lapis demi lapis dengan menggunakan catokan rambut yang sudah dipanaskan sesuai instruksi. Mencatok rambut berguna untuk membantu keratin meresap ke dalam rambut.
  11. Cuci rambut menggunakan hair mask yang mengandung keratin. Ini berguna untuk memperbaiki struktur rambut yang kering atau patah karena pengaruh proses mencatok pada step sebelumnya.
  12. Keringkan rambut dengan handuk atau hair dryer.
  13. Rambut siap ditata menggunakan catokan atau alat styling lain.

Setelah melakukan treatment keratin rambut, hindari keramas, mengikat rambut, dan menggunakan jepit rambut ya.

Baca Juga: Tips Merawat Rambut yang Sering Dicatok: Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau di Ramadhan 2024

Bagaimana? Siap mencoba perawatan keratin sendiri di rumah?

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Voxyours bisa lho menjaga hasil keratin hingga 3-4 bulan! Luangkan waktu untuk merawat rambutmu dengan baik dan rasakan manfaatnya.

Jangan lupa share artikel ini ya!

Voxyours juga bisa follow akun sosial media kami di Facebook, Twitter, dan Instagram @Voxyouths untuk mendapatkan update terbaru tentang berita informasi positif juga inspiratif untuk generasi millennial dan gen-Z di Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini